Sabtu , Oktober 24 2020
Home / Daerah / Keluh Kesah Warga Yang Dijanjikan Perbaikan Jalan Tapi Hingga Saat Ini Belum Ada Realisasinya

Keluh Kesah Warga Yang Dijanjikan Perbaikan Jalan Tapi Hingga Saat Ini Belum Ada Realisasinya

Mamuju, 8enam.com.-Warga yang berada di ujung timur Kabupaten Mamuju keluhkan akses jalan, tepatnya jalan penghubung Desa Kalonding dan Desa Losso Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat dengan kondisi jalan berlubang dan bagaikan kolam saat musim hujan.

“Kami sudah berkali-kali dijanjikan perbaikan jalan, namun hingga saat ini belum juga terealisasi,” kata warga Desa Kalonding, Yadi kepada media ini dalam kampanye terbatas paslon nomor urut 1 Tina-Ado, Minggu (27/9/2020).

Dia mengungkapkan bahwa hampir seluruh akses penghubung antar dusun bahkan desa didaerahnya belum tersentuh oleh pembangunan pemerintah setempat.

“Ada jalan menuju salah satu dusun yaitu Dusun Bariang Rassik, tidak bisa dilewati kendaraan,” katanya.

Jangankan kendaraan roda empat, kata Yadi, kendaraan roda dua saja sudah setengah mati melewati jalan yang hanya sejauh dua kilometer dari pusat Desa Kalonding.

“Kami lebih memilih menggunakan perahu menuju ke Dusun Bariang Rassik,” kata Yadi.

Dia berharap, kedepannya Pemerintah Kabupaten Mamuju dapat memperhatikan daerah yang selama ini dianggap jauh dari perhatian pemerintah.

“Kami sangat berharap perbaikan jalan yang lebih baik lagi, semoga kehadiran Calon Bupati nomor urut 1 Sutinah-Ado terpilih menjadi bupati Mamuju 2020 dapat memperhatikan daerah kami,” harapnya.

Menanggapi keluh kesah yang disampaikan warga Kalonding, Calon Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi mengungkapkan, salah satu program unggulannya jika nantinya terpilih adalah infrastruktur di setiap daerah di Mamuju, yaitu jalan desa penghubung jalan kecamatan.

“Permasalahan yang ada sekarang ini adalah, Angka kemiskinan yang terus meningkat. Indeks Pembangunan Kesehatan masyarakat terendah di Sulawesi Barat. Masih terbatasnya infrastruktur yang memadai. Aksesibiltas yang belum optimal. Belum optimalnya penyediaan fasilitas publik dan infrastruktur pendukung perekonomian. Masih rendahnya kapasitas sumber daya aparatur di desa,” kata Sutinah.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Tina-Ado terpanggil untuk memberikan solusi Isu Strategis yang di tuangkan dalam Visi Misinya melalui kartu sakti Mamuju Keren yaitu, Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid 19. Tata Kelola Pemerintahan. Desa sebagai Kekuatan Ekonomi. Pertanian dan Perikanan. Mamuju sebagai Penyangga ibukota Negara . Pendidikan dan Kesehatan Pariwisata dan Iklim Investasi. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *