Senin , September 28 2020
Home / Daerah / Karena Bau Limbah Sawit, Ratusan Siswa SD Inpres Kalola Harus Belajar Diruang Kelas Beraroma Busuk

Karena Bau Limbah Sawit, Ratusan Siswa SD Inpres Kalola Harus Belajar Diruang Kelas Beraroma Busuk

Mamuju Utara, 8enam.com.-Sangat memperihatinkan, siswa yang seharusnya belajar di ruang kelas yang nyaman, tapi rasa nyaman itu tidak dirasakan oleh Ratusan Siswa-Siswi SD Inpres Kalola di Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Sulawesi Barat (Sulbar). Karena mereka terpaksa menggunakan penutup hidung saat mengikutiproses belajar di ruang kelas yang beraroma busuk karena bau limbah pabrik sawit PT Toscano Indah Pratama.

Akibat aroma busuk limbah pabrik sawit milik PT. Toscano Indah Rratama,  ratusan siswa SD Inpres kalola terpaksa harus menahan bau limbah yang menyengat, sehingga ratusan siswa tersebut tidak konsentrasi saat proses belajar berlangsung.

Kondisi ini sudah dirasakan siswa SD Inpres kalola sejak beroperasinya pabrik kalapa sawit PT. Toscano Indah Pratama beberapa bulan lalu, namun hingga saat ini proses belajar ratusan siswa di SD tersebut sangat terganggu dengan  bau limbah pabrik sawit.

Haerul Fikri, Siswa SD Inpres Toscano mengaku sangat terganggu dengan bau busuk yang di timbulkan pabrik kelapa sawit PT. Toscano Indah Pratama, sehingga sangat menganggu konsentrasi belajar para siswa.

Nikmat Sukma, Guru SD Inpres Kalola mengatakan, dengan adanya bau limbah pabrik kalapa sawit PT. Toscano Indah Pratama, siswa terpaksa menggunakan masker karena bau limbah yang sangat menyengat.

“Bau limbah ini sangat menyengat dan menganggu siswa, agar siswa bisa kosentrasi belajar, terpaksa menggunakan masker agar bau menyengat dari limbah pabrik tidak terlalu menganggu proses belajar,” Terang Nikmat Sukma.

Pihak sekolah juga meminta pihak perusahan agar bisa membenahi bau limbah yang cukup menganggu tersebut.

Sementara pihak PT Toscano Indah Pratama saat di konfirmasi atas keluhan tersebut, enggan memberikan komentar, bahkan pihak manajemen perusahan tertutup terhadap pihak media. (Joni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *