Minggu , September 19 2021
Home / Daerah / Kabupaten Menyumbang 40 Persen Kebutuhan Produksi Jagung Di Sulbar

Kabupaten Menyumbang 40 Persen Kebutuhan Produksi Jagung Di Sulbar

Mateng, 8enam.com.-Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), kabupaten termuda di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan, yang menjadikan Kabupaten Mateng sebagai penyumbang terbesar produksi jagung di Sulbar.

“Berdasarkan potensi yang kita miliki, ternyata bahwa, produktivitas jagung kita itu 40 persen menyumbang peroduksivitas jagung untuk Sulbar,” ungkap Sekertaris Daerah (Sekda) Mateng, Askary saat Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati Mateng di Kecamatan Tobadak, Jum’at (10/2/2017).

Askary katakan, didalam rencana kerja pemerintah daerah juga di tuangkan bahwa salah satu program atau sasaran strategis yang akan di tuntaskan melalui visi misi Bupati dan Wakil Bupati Mateng melalui Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mateng, adalah pengembangan sector pertanian dan perkebunan. Karena sector ini adalah sector yang memiliki potensi yang besar dan memiliki kontribusi terhadap peningkatan pendapatan perkapita masyarakat.

Pertanian dan perkebunan lanjutnya, memiliki potensi mengangkat dan mengurangi kemiskinan, sehingga inilah yang menjadi sasaran program pemerintah melalui RPJMD Kabupaten Mateng. Dan tidak tanggung-tanggung, Bupati Mateg telah membuka ruang untuk bekerjasama dengan beberapa investor khususnya di bidang pertanian dan perkebunan yang ada di Jakarta. Dan Alhamdulillah langsung di tindaklanjuti, bahkan tim survey dari investor itu sudah datang ke Mateng untuk melihat langsung potensi dan kelayakan program yang akan di turunkan.

“Ini sejalan dengan Program Pemerintah Daerah melalui visi misi Bapak Bupati, bahwa komoditas unggulan kita yang akan kita kembangkan adalah jagung dan pisang. Dan setelah kita kaji secara ekonomis, ternyata pendapatan dari sector Jagung dan Pisang tidak kalah dengan pendapatan Kelapa Sawit,” terangnya.

Di jelaskannya, banyak investor yang ingin masuk ke Mateng ini, namun Bupati (H. Aras Tammauni red) masih memilah-milahnya yang mana mau di terima, yang mana lebih menguntungkan untuk peningkatkan kesejahteraan masyarakat itulah yang akan di pilih. (Yasin/Ra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *