Kamis , Januari 28 2021
Home / Bolsel / Ibu-ibu Desa Saibua Menyulap Pisang Goroho Menjadi Tepung

Ibu-ibu Desa Saibua Menyulap Pisang Goroho Menjadi Tepung

Bolsel, 8enam.com.-Di tangan kreatif ibu-ibu KUBE (kelompok usaha bersama) Mekar Desa Saibua, Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolsel, pisang goroho di diolah menjadi tepung untuk bahan pembuatan kue, baik kue kering maupun kue basah.

Susanti tomina mengatakan, inovasi tepung goroho ini adalah penelitian teman saya semasa kuliah, awalnya teman saya membuat kue basa yaitu ilabolo, ia menggabungkan tepung goroho buatannya dengan terigu biasa untuk membuat ilabulo.

“Tepung Goroho yang di buat oleh teman kuliah saya ini sudah melalui uji kimia, uji fisik, dan uji kesukaan. Alhamdulillah penelitiannya ini berhasil sampai dia wisudah, karna ilabulo buatannya menggunakan tepung goroho buatan sendiri di gabungkan dengan terigu sangat di minati masyarakat, karna memiliki citara tersendiri,” ucapnya kepada awak media saat di konfirmasi, Selasa (24/11/202)

Susanti tomina mengatakan, inovasi teman kulia saya yang luar biasa ini saya coba kenalkan dan jelaskan kepada ibu-ibu dusun 1 yang tergabung di KUBE MEKAR Desa Saibua dan kepada pemerintah desa setempat.

“Alhamdulillah, ibu-ibu dusun 1 yang tergabung di KUBE MEKAR Desa Saibua dan pemerintah desa ini sangat merespon baik,” kata Cici sapaan akrabnya

Cici menjelaskan, Bahan dasarnya adalah pisang yang belum matang, semua jenis pisang bisa di oleh menjadi tepung. Akan tetapi kami lebih memilih pisang goroho sebagai bahan dasar pembuatan tepung, pisang goroho memiliki cita rasa yang khas dan sangat mudah di dapat.

“Tidak begitu sulit untuk mendapatkan bahan baku dari pembuatan tepung goroho, karna pisang goroho adalah salah satu tanaman yang mudah di dapatkan di daerah bolsel, apalagi di Sulawesi Utara ini,” ungkap sarjana pertanian itu

Cici juga menjelaskan cara pembuatan tepung pisang ini tidak jauh berbeda dengan pembuatan tepung-tepung lain.

“Untuk menghilangkan rasa pahit yang berasal dari getah pisang goroho yang belum matang ini harus di rendam dengan air hangat beberapa jam. setelah di rendam dengan air hangat beberapa jam, pisang goroho kemudian dikupas kulitnya dan dipotong tipis-tipis. Poton tipis-tipis pisang goroho ini kemudian dikeringkan dibawah terik matahari. Dimusim penghujan, pengeringan dapat menggunakan oven. Pisang goroho yang telah kering ini kemudian digiling sehingga menjadi tepung goroho,” tuturnya.

Tepung pisang goroho dapat menjadi bahan penunjang untuk membuat berbagai jenis kue basa dan kue kering. Sayangnya KUBE MEKAR desa saibua belum memasarkan tepung goroho ini secara luas.

“Terbatasnya modal untuk membeli pisang goroho yang masih mentah membuat produksi tepung pisang belum berjalan maksimal, semoga kedepan produk uji coba ini dapat diterima di masyarakat Sulawesi Utara khususnya di daerah Bolsel ini,” harapnya

Sedangkan menurut PJS Kades Saibuah Harmin Manoppo mengatakan, pemerintah desa saibua sangat merespon dan mendukung inovasi yang sangat luar biasa dari ibu-ibu dusun 1 yang tergabung di KUBE MEKAR Desa Saibua.

“Jika inovasi tepung goroho ini bisa berhasil dan berkembang, maka pemerintah desa Saibua akan berusaha memfasilitasi KUBE MEKAR dalam pengurusan ijin usaha, bahkan sampai dengan pengurusan label untuk inovasi tepung goroho ini,” ucap sekcam Posigadan yang saat ini sebagai Pjs Desa Saibua.

Pemberian mesin pemotong dan penggiling pisang adalah langkah awal yang di lakukan oleh pemerintah desa saibua dalam membantu mengembangkan inovasi tepung goroho yang di buat oleh ibu-ibu KUBE MEKAR.

“Semoga dengan 2 bantuan mesin yang di serahkan oleh pemerintah desa saibuah kepada KUBE MEKAR dapat membantu dan mengembangkan inovasi tepung goroho di lakukan oleh ibu-ibu dusun 1 yang tergabung dalam kelompok tersebut. Harapan dari pemerinta baik dari pemerintah provinsi, daerah dan pemerintah desa memberikan bantuan kepada kelompok baik kelompok tani, nelayan dan lain-lain agar kelompok tersebut bisa berkembang dan sukses,” tutupnya. (2M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *