Rabu , Juli 15 2020
Home / Daerah / Haderana Pastikan Tak Bikin Demokrat Kecewa

Haderana Pastikan Tak Bikin Demokrat Kecewa

Mamuju, 8enam.com.-Politisi senior Partai Golkar yang juga maju sebagai Balon Bupati Mamuju Tengah, Haderana resmi mengembalikan formulir pendaftaran ke sekretariat Penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati Parti Demokrat, Minggu (19/1/2020).

Kedatangan Haderana ke Sekretariat Penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati Partai Demokrat, didampingi politisi PKS Mamuju Tengah, Abdul Wahab.

Dalam keterangan persnya, Haderana menyebut, kekuatan politik yang ia bangun sesungguhnya telah memenuhi persyaratan untuk mengusung pasangan calon di Pemilukada Mateng. Meski begitu, koalisi permanen antara Golkar dan PKS di Mateng, menurut Haderana, dirasa masih kurang untuk tujuan menang atas incumbent yang juga bakal kembali maju di Pemilukada di Bumi Lalla Tassisara itu.

Haderana berharap, partai Demokrat yang masih punya pengaruh cukup kuat di Kabupaten Mateng bisa mengamanahkan rekomendasinya kepada dirinya. Kata dia, semua demi niat yang luhur, mengabdi kepada masyarakat.

“Bagi saya, Bupati bukan tujuan, Bupati itu sarana pengabdian untuk rakyat. Sehingga naif rasanya kalau saya diberi amanah mengendarai Demokrat lalu saya tidak bisa berprestasi. Insya Allah, teman-teman Demokrat setelah kita bersama, saya pastikan tidak akan merasa kecewa dan tidak akan menyesal ketika saya diamanahi membawa partai ini dalam kontestasi di Pilkada Mateng,” terang Haderana.

Satu hal yang tak bisa dilupakan Haderana. Saat Suhardi Duka beberapa tahun lalu menjadi salah satu figur sentral pada serangkaian proses pemekaran kabupaten Mateng. Menurut Haderana, pesan dari Suhardi Duka itu lah yang kemudian menjadi pelecut semangatnya untuk mantap maju sebagai bakal calon Bupati Mateng.

“Dari awal sejak tahun 2001, waktu itu posisi SDK masih ketua DPRD, kita bahas itu Mateng sampai Beliau jadi Bupati tahun 2005. Beliau sangat berkomoitmen bahwa Mateng itu bukan dimekarkan, tapi dilahirkan. Artinya bahwa kalau orang melahirkan bayi, tentu akan dibesarkan dengan baik. Itu lah yang menjadikan pemacu semangat saya untuk bagaimana bisa mengabdi kepada rakyat Mateng,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada sosok yang benar-benar pas bagi Haderana sebagai tandemnya di Pemilukada Mateng. Urusan pendamping, Haderana menyerahkannya ke mekanisme yang berlaku di koalisi partai yang mengusungnya.

“Sementara sedang kita timbang banyak hal. Tentunya akan kita serahkan kepada teman-teman koalisi partai yang ada, bagaimana mekanismenya. Silahkan berembuk di antara teman-teman partai, siapa yang kira-kira paling cocok. Kemudian yang kedua tentu dengan metode survei. Pada prinsipnya, begitu Haderana deklarasi, berarti itu sudah harus menang. Tidak peduli apakah harus berhadapan dengan petahana atau bukan,” pungkas Haderana.

Di Pemilukada tahun 2020 ini, partai Demokrat Sulawesi Barat sepertinya memberi perhatian khusus ke Pemilukada Pasangkayu dan Mamuju. Sekretaris DPD Demokrat Sulawesi Barat, Abdul Wahab Abdy menjelasakan, di kedua kabupaten tersebut, partai Demokrat sudah menyiapkan figurnya; Musawir Az Ihsam sebagai bakal calon Wakil Bupati di Pasangkayu, serta Sutinah Suhardi sebagai bakal calon Bupati di Mamuju.

“Khusus Mamuju, sikap Demokrat terbuka untuk siapa saja. Nanti kita akan masih evaluasi dan dirapatkan di tingkat DPD sampai ke tingkat DPP. Bahwa sudah bulat untuk mendampingi H Sutinah (statement H Damris), apapun yang terjadi, diusung atau tidak, Beliau tetap ada di gerbong ini. Hal tersebut merupakan satu testimoni yang saya anggap cukup bijaksana,” urai Wahab Abdy.

Berbeda dengan Pemilukada Mateng dan Majene. Kata Wahab Abdy, partai Demokrat membuka pintu bagi siapa saja untuk mendaftar, baik untuk posisi bakal calon Bupati, maupun bakal calon Wakil Bupati.

“khusus Matra dan Mamuju, bagi calon yang mendaftar saya harus lakukan konsultasi tersendiri dengan yang bersangkutan. Apapun hasilnya nanti akan kami buatkan rekapan hasil dan akan saya sampaikan ke Pak SDK untuk dijadikan bahan pertimbangan,” ujarnya.

“Mateng dan Majene, kita lepas dia bertempur. Mana yang terbaik yang bisa berkontribusi ke partai, paling tidak komunikasi itu tetap terjalin,” pungkas Abdul Wahab Abdy. (Naf/A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *