Senin , September 28 2020
Home / Daerah / Ditinggal Ke Polman, Rumah Kadis Perkebunan Sulbar Dirusak Oleh OTK

Ditinggal Ke Polman, Rumah Kadis Perkebunan Sulbar Dirusak Oleh OTK

Mamuju, 8enam.com.-Rumah Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, Abd. Waris Bestari dirusak oleh Orang Tidak Dikenal pada dini hari, Jumat (31/7/2020).

Rumah yang berada BTN Axuri Blok K No. 3 dirusak orang sekira pukul satu lewat dalam keadaan kosong, ditinggal pemiliknya ke Polewali.

“Kemarin saya ke Polewali menemani pak Gubernur untuk menyerahkan bantuan, saat pulang sudah sore, jadi saya pikir menginap saja dan tinggal bersama keluarga untuk sekalian lebaran. Tiba-tiba semalam saya ditelpon tetangga bahwa rumah saya ada yang rusak dilempari batu, saya juga heran ada apa?,” ujar Waris Via telpon kepada Wartawan

Waris menjelaskan, atas pengerusakan tersebut ia merasa tidak pernah ada masalah dengan siapa pun. Bahkan saat ditanya motif dan kaitannya persoalan sawit ia menjawab, tidak tahu dan bukan, sebab menurutnya persoalan sawit itu sudah selesai.

“Saya sampai tadi ini coba intropeksi diri, dan bertanya-tanya apa yang salah? belum kutemukan sebabnya. Semoga ini ada hikmahnya dan pelaku segera ditemukan, insya Allah hari ini saya balik ke Mamuju,” terangnya.

Sementara itu, Muhammad Bakri Bestari yang melaporkan kejadian tersebut di Mapolresta Mamuju, berharap kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif pengrusakan rumah saudaranya tersebut.

“Saya berharap polisi mengungkap motif dan pelakunya, apalagi ada bukti rekaman CCTV,” kata Bakri.

Bakri berharap secepatnya pelaku bisa ditanggkap, karena itu akan menjadi persepsi baik bagi keamanan masyarakat di Mamuju.

Sementara itu, AKP Syamsuriansyah, Kasat Reskrim Polresta Mamuju mengatakan, setelah laporannya selesai dan sampai, Satreskrim Mamuju akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Ia juga berharap ada beberapa saksi untuk dijadikan dasar, minimal bahan informasi, keterangan, supaya bisa mengerucut, bisa diketahui segera pelakunya.

Namun itu ia memastikan, saat ini semua bahan segera dikumpulkan untuk dilanjutkan ketahap berikutnya, dan berharap pelakunya segera terungkap. (Ahr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *