Minggu , Juni 20 2021
Home / Daerah / Capaian Peserta KB Semester Pertama Tahun 2018 Baru 35,90 Persen

Capaian Peserta KB Semester Pertama Tahun 2018 Baru 35,90 Persen

Mamuju, 8enam.com.-Capain progaram semester l mulai dari bulan Januari-Juni tahun 2018, peserta KB baru (PB) per mix kontrasepsi Per- Kabupaten dengan bulan Juli 2018 mencapai 35,90 persen, dengan target capaian peserta KB baru Per-Kabupaten atau Se-Sulbar tahun 2018 dengan target 34320.

Hal itu dikatakan oleh Kepala BkkbN Sulbar, Andi Rita Mariani saat konferensi pers kegiatan momentum hari keluarga dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan capaian program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) semester 1 tahun 2018 serta
Ketersediaan alat dan obat kontrasepsi dalam mendukung pelaksanaan program KKBPK di Aula lantai ll Kantor BkkbN Sulbar, Selasa (31/7/2018).

“Jadi untuk capain program sampai dengan bulan Juli, PB ini menggunakan indikator kinerja BkkbN seluruh Provinsi, antara lain adalah peserta KB barunya, peserta KB aktif. Kita punya target untuk Sulbar PB 34320,” ujar Andi Rita.

Andi Rita menuturkan, untuk capaian peserta KB baru per mix kontrasepsi (PB) sampai bulan juni 2018 mencapai 35,90 persen. Sementara capain peserta KB baru per mix kontrasepsi dan Per-Kabupaten (PB), bulan Juni 2018 (1 bulan) 42,20 persen.

“Dari Kabupaten yang ada di Sulbar untuk bulan Juni, Kabupaten Pasangkayu yang paling rendah capaiannya dengan capaian 10,58 persen. Tetapi kalau data capaian dari bulan Januari-Juli, yang paling rendah capaiannya adalah Kabupaten Polman dengan capaian 42,93 persen,” terangnya

Dia juga menambahkan, capaian pesearta KB baru Pria Per-Kabupaten sampai bulan juni 2018 mencapai 50,22 persen. Dimana capain tertinggi berada di Kabupaten Mamuju Tengah 95,24 persen, sementara capaian yang paling terendah berada di Kabupaten Polman dengan capaian 32,78 persen.

“Capaian peserta KB baru Wanita Per-Kabupaten sampai bulan juni 2018 sebesar 35,51 persen, capaian tertinggi berada di Kabupaten Mamuju 51,07 persen, sementara capaian paling terendah di Kabupaten Polaman dan Mamuju Tengah dengan capaian 24,75 persen,” Tutupnya. (Zul/edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *