Sabtu , Oktober 24 2020
Home / Daerah / Bulan Februari 2017, Tegangan Listrik Di Mateng Sudah Mulai Stabil

Bulan Februari 2017, Tegangan Listrik Di Mateng Sudah Mulai Stabil

Mateng, 8enam.com.-Tegangan listrik yang tidak stabil di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) yang di keluhkan masyarakat Mateng, dalam waktu yang tidak terlalu lama, keluhan masyarakat tentang tidak stabilnya tegangan listrik akan terobati. Hal itu di karenakan, mesin genset sebanyak 7 unit yang di janjikan akan bisa menyuplai tegangan sudah tiba di PLN Topoyo. Dan sementara dalam proses persiapan pengoprasian.

Kepala PLN Topoyo, Sudarno saat di temi di ruang kerjanya Senin (30/1/2017) membenarkan bahwa sebanyak 7 unit mesin genset untuk menambah tegangan listrik di Kabupaten Mateng sudah tida di PLN Topoyo. Dan sementara dalam proses pengerjaan persiapan untuk pengoprasiannya.

Di rencanakan kata Sudarno, untuk pengisian itu tanggal 1 Februari 2017 , sedangkan untuk pengoprasiannya itu tidak akan jauh dari tanggal 1 Februari itu. Karena ada satu container yang mengalami kecelakaan, sehingga ada trafo yang sementara di perbaiki. Dan  pengoprasiannya nanti akan di resmikan oleh Bupati Mateng.

“Alhamdulillah, mesin genset sudah ada, dan dalam proses pemasangan. Sehingga kekurangan tegangan yang selama ini kita rasakan di Topoyo dan sekitarnya dalam waktu dekat sudah bisa stabil. Sebenarnya awal bulan sudah di operasikan, tapi karena ada trafo yang sementara di perbaiki, sehingga tidak jauh dari tanggal 1 Februari sudah bisa di operasikan sekaligus di resmikan oleh pak Bupati Mateng, ” ucap Sudarno.

Dia juga katakan, mesin yang datang sekarang ini itu bukan milik PLN, tapi milik PT Aggreko karena PT Aggreko yang pemenang tender. PLN hanya membeli dayanya saja, per kwhnya dan menyediakan bahan bakarnya. Pengoprasiannya juga di rencanakan akan 24 jam nonstop dan tidak terhubung lagi dengan Mamuju, sehingga kalau Mamuju Mati Lampu, kita tidak mati lampu.

“Wilayah yang akan di jangkau itu hanya sampai di Desa Barakkang Kecamatan Budong-budong, untuk batas bawahnya sampai Kecamatan Karossa. Kenapa demikian, karena kalau secara Administrasi Pemerintahan, Kecamatan Pangale masuk Kabupaten Mateng. Tapi kalau untuk wilayah PLN itu masuk Mamuju kota. Karena untuk wilayah pelayanan PLN Topoyo hanya sampai di Desa Barakkang saja,” terangnya.

Dengan di operasikannya mesin tersebut, dia berkeyakinan bahwa kekurangan listrik di Kabupaten Mateng akan teratasi. Begitu juga semua desa akan terjangkau listrik. Sementara untk Desa Salule’bo, Tobadak 7 dan Tobadak 8, kenapa belum ada pemasangan tiang, dia jelaskan, karena kondisi jalan yang belum bagus, sehingga kendaraan yang akan mengangkut tiang listrik belum mampu kesana.

Masalah sampai kapan mesin itu akan di sewa, dia tegaskan, sampai ada Gardu Induk (GI) di Mateng. Kalau sudah ada GI, maka mesin tersebut di kembalikan.(Ra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *