Pekanbaru, 8enam.com.-Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada Rabu (01/07/2026) mendadak menjadi panggung refleksi kritis bagi institusi kepolisian. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Riau secara blak-blakan membongkar bahwa di era modern saat ini, rapor keberhasilan Korps Bhayangkara tidak bisa lagi diukur secara konvensional.
Mengusung tema besar “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Ketua SMSI Provinsi Riau, Luna Agustin, didampingi Sekretaris Zulmiron, langsung melayangkan pernyataan taktis dari Pekanbaru. Mereka menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan Polri kini telah bergeser secara radikal.
Paradigma Baru: Kehadiran Negara Jauh Lebih Mahal Dibanding Penangkapan
Di hadapan media, Luna menegaskan bahwa masyarakat saat ini tidak hanya mau melihat berapa banyak komplotan kriminal yang diringkus atau kasus besar yang diungkap ke publik.
Tuntutan riil masyarakat modern mencakup tiga poin krusial:
-
- Respons Kecepatan Tinggi: Sejauh mana pelapor mendapatkan pelayanan yang cepat, transparan, dan tanpa hambatan birokrasi.
- Hukum Tanpa Pandang Bulu: Memberikan jaminan kepastian hukum yang adil tanpa membedakan status sosial maupun kekuatan ekonomi.
- Transparansi Internal: Penguatan akuntabilitas publik dan pembenahan internal yang wajib dilakukan secara terbuka serta terukur.
”Keberhasilan Polri di era modern tidak lagi semata-mata diukur dari banyaknya perkara yang berhasil diungkap atau pelaku yang ditangkap. Lebih dari itu, ukuran keberhasilan terletak pada sejauhmana masyarakat merasakan kehadiran negara melalui pelayanan kepolisian yang cepat, profesional, dan transparan,” tegas Ketua SMSI Riau, Luna Agustin.
Modal Utama: Kepercayaan Publik Adalah Harga Mati
SMSI Riau menilai, di usia yang matang ini, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dan paling berharga bagi institusi penegak hukum. Oleh karena itu, setiap pergerakan personel di lapangan harus benar-benar humanis dan mengedepankan legitimasi hukum yang kuat di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.
Guna menghadirkan fondasi menuju Indonesia Emas, sinergi antara pers, kepolisian, dan masyarakat harus dikunci rapat demi menjaga stabilitas keamanan nasional.
”Di usia yang ke-80 ini, SMSI Riau berharap Polri semakin memperkuat posisinya sebagai institusi negara yang mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus menjadi mitra masyarakat dalam menghadirkan rasa aman,” tambahnya.
Tak lupa, kubu SMSI Riau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polri, terutama para bhayangkara sejati yang saat ini tengah bertaruh nyawa menjalankan tugas penuh dedikasi di daerah-daerah rawan dan pelosok Nusantara. (∗)







