Minggu , Januari 16 2022
Home / Daerah / Buka Sosialisasi Program JKN-KIS, Ini Kata Kapolda Sulbar

Buka Sosialisasi Program JKN-KIS, Ini Kata Kapolda Sulbar

Mamuju, 8enam.com.-Dengan mengangkat Tema “Mengerti, Memahami dan Berpartisipasi Dalam Program (Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Bidang Dokter Kesehatan (Dokkes) Polda Sulbar, Bersama Pihak BPJS kesehatan Wilayah Sulbar gelar sosialisasi Program JKN-KIS, Rabu (4/10/2017).

Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pengertian dan pemahaman tentang prosedur, tentang pelayanan agar setelah mengerti dan memahami bisa menyampaikan secara langsung kepada masyarakat sesuai Tema “Mengerti, memahami dan berpartisipasi dalam program JKN-KIS” sehingga pelayanan di bidang kesehatan bisa tercapai dengan baik.

Kegiatan tersebut Dibuka oleh Kapolda Sulbar, Brigjen Pol. Baharuddin Djafar, diikuti seluruh pejabat utama Polda Sulbar, Pama, Pamen, Personil Polda Sulbar, Serta Personil Brimob Polda Sulbar dengan menghadirkan narasumber dari kepala BPJS kesehatan Wilayah Sulbar, Wahidah.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulbar, menyampaikan bahwa, Tugas Dokkes adalah menyelanggarakan pembinaan kedokteran dan kesehatan polri yang meliputi kedokteran kepolisian (Dokpol), Kesehatan Kepolisian (Kespol), Rumah Sakit, dan Poliklinik.

Lanjutnya Dokpol bertugas menyelanggarakan Kedokteran forensik, Disaster Victim of Investigation (DVI), dan Keskamtibmas. Sementara Kespol Menyelenggarakan dan Membina Kesehatan Kesmaptaan, Materill Fasilitas kesehatan, dan Pelayalan Kesehatan.

Tambahnya, Pelayanan kesehatan Polri memiliki beberapa cakupan , salah satunya adalah pelayanan berbasis jaminan kesehatan nasional yang diakomodir dalam pelayanan kesehatan Poliklinik dan rumah sakit bagi anggota polri, pns Polri dan Keluarganya.

Dia katakan, Dahulu Jaminan pelayanan kesehatan bagi anggota polri berada dibawah naungan PT Askes. namun sesuai UU Nomor  24 tahun 2011 seiring dengan peningkatan kebutuhan akan pelayanan kesehatan dimasyarakat, sesuai dengan target pemerintah, maka askes bertransformasi menjadi BPJS dan resmi Beroperasional tahun 2014 dengan perluasan cakupan fasilitas pelayanan.

Adapun Kerjasama Polri dan BPJS kesehatan tambahnya, meliputi pemanfaatan bersama fasilitas kesehatan. Dari sisi Polri, seperti yang diketahui Poliklinik Polri dan rumah sakit Bhayangkara Jumlahnya masih terbatas. Dengan adanya keikut sertaan Anggota Polri dalam BPJS memungkinkan para Anggota Polri untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia dengan menyambangi penyedia pelayanan kesehatan terdekat. sedangkan dari BPJS sendiri, mengingat program pemerintah meliputi pelayanan kesehatan yang mencakup sekian ratus juta pengguna, maka membutuhkan institusi penyedia pelayanan kesehatan untuk membantu. berbagai jenis fasilitas kesehatan polri seperti Poliklinik, rumah sakit Bhayangkara tingkat I – IV, Laboratoriun dan Klinik Odontologi Kepolisian , Hingga Laboratorium DNA diras dapat membantu kelangsungan pelayanan  Program Tersebut.

“Tanyakan langsung dengan BPJS jika masih ada yang kurang dipahami. Melalui sosialisasi ini seluruh anggota terutama Bhabinkamtibmas diharapkan dapat mensosialisasikan kembali di desa binaannya masing-masing, karena kemungkinan masyarakat di pedesaan masih kurang memahami apa itu JKN-KIS,” Tutup Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharudin Djafar saat membuka acara. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *