Mateng, 8enam.com.-Langkah nyata peningkatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) kini memasuki babak baru. Proses pengadaan tender pembangunan RSUD Mamuju Tengah melalui program Public Health Center Modernization (PHTC) Kementerian Kesehatan terus digulirkan dengan digelarnya tahapan penjelasan lapangan atau aanwijzing, Selasa (05/05/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Aula RSUD Mamuju Tengah, Kompleks KTM Tobadak ini, dihadiri langsung oleh jajaran Dirjen Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Kemenkes, Pokja Pemilihan (Pokmil) Kemenkes, Tim PPKom, serta Tim Manajemen Konstruksi (MK).
Target Groundbreaking Akhir Mei 2026
Perwakilan Pokmil Pengadaan tender, Tri Wahyudi, mengungkapkan bahwa proses ini merupakan tahap krusial untuk menyelaraskan teknis pengerjaan di lapangan. Dari lima penyedia yang terdaftar dalam sistem tender, dua perusahaan besar terpantau hadir mengikuti penjelasan lapangan, yakni PT Tuju Wali-Wali dan PT Nindya Karya.
”Insyaallah, ketika pemenang tender sudah ditentukan dan kontrak ditandatangani, akhir bulan ini sudah bisa mulai pengerjaannya,” ujar Tri Wahyudi optimis.
Transparansi Melalui Tahapan Aanwijzing
Plt. Direktur RSUD Mamuju Tengah, Setya Bero, menjelaskan bahwa kehadiran rombongan dari Kementerian Kesehatan bertujuan meninjau lokasi sekaligus memberikan penjelasan teknis dan administrasi kepada calon penyedia.
Tahapan aanwijzing ini sangat penting karena:
- Penyamaan Persepsi: Memastikan panitia dan calon peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai lingkup pekerjaan dan dokumen persyaratan.
- Minimalisir Kesalahan: Menghindari kegagalan lelang akibat kesalahan dokumen administrasi oleh peserta.
- Akuntabilitas: Menjamin proses pengadaan barang dan jasa berjalan transparan dan sesuai regulasi yang berlaku.
Harapan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Pembangunan RSUD melalui skema program Kemenkes ini diharapkan menjadi solusi bagi pemenuhan standar layanan kesehatan lanjutan di Mamuju Tengah. Dengan fasilitas yang lebih modern dan kapasitas yang mumpuni, masyarakat Mateng tidak lagi perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan perawatan medis spesialis.
Proses tender yang akuntabel ini diharapkan mampu melahirkan rekanan yang profesional sehingga fisik bangunan RSUD dapat segera terealisasi tepat waktu dan tepat mutu.
Editor: Ammar







