Mamuju, 8enam.com.-Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, secara resmi membuka gelaran Sulbar Islamic Intellectual Summit 2026 yang diselenggarakan atas kolaborasi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulbar dan Biro Pemkesra Pemprov Sulbar, Rabu (06/05/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Merancang Masa Depan SDM Sulbar Berbasis Spiritualitas dan Intelektual” ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menyiapkan fondasi menuju Indonesia Emas 2045, khususnya bagi masyarakat di Bumi Manakarra.
Keseimbangan Ilmu dan Iman
Dalam sambutannya, Junda Maulana memberikan catatan kritis mengenai arah pembangunan manusia. Ia menegaskan bahwa intelektualitas dan spiritualitas adalah dua dimensi yang tidak boleh dipisahkan jika ingin mencetak generasi yang kompetitif sekaligus beretika.
”Ilmu pengetahuan tanpa spiritualitas dapat menyebabkan rendahnya akhlak. Sebaliknya, jika spiritualitas tinggi namun intelektualitas rendah, kita tidak akan mampu berkompetisi di kancah global. Keduanya harus seimbang untuk pengembangan diri yang utuh,” tegas Junda.
Tantangan IPM dan Kesiapan Investasi
Sekda Sulbar juga menyoroti pentingnya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator kemajuan daerah. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk KAHMI, untuk membantu pemerintah dalam mengatasi tantangan ekonomi, kemiskinan, hingga isu ketenagakerjaan melalui jalur edukasi.
Selain kapasitas SDM, Junda mengingatkan bahwa kemajuan daerah sangat bergantung pada keterbukaan terhadap investasi. Ia meminta masyarakat untuk lebih proaktif dan terbuka dalam menerima kehadiran investor melalui komunikasi yang efektif.
”Investasi yang masuk harus kita terima dengan komunikasi yang baik. Masyarakat membutuhkan informasi yang transparan dan lengkap agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses pembangunan,” tambahnya.
Sinergi untuk Transformasi Daerah
Melalui summit ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap lahir gagasan-gagasan segar yang dapat diimplementasikan dalam kebijakan publik. Peran organisasi masyarakat seperti KAHMI dipandang krusial sebagai jembatan antara visi pemerintah dan kebutuhan edukasi di tengah masyarakat.
Dengan penguatan aspek spiritual dan intelektual, Pemprov Sulbar optimis transisi menuju daerah yang lebih maju dan sejahtera dapat berjalan lebih cepat dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur keagamaan dan budaya lokal.
Editor: Ammar







