Example 300250
DaerahMamuju

Biar Tak Simpang Siur! Kadispoparekraf Bongkar Fakta Sebenarnya Nasib Festival Sandeq 2026

×

Biar Tak Simpang Siur! Kadispoparekraf Bongkar Fakta Sebenarnya Nasib Festival Sandeq 2026

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Isu liar mengenai pembatalan total gelaran Sandeq Silumba 2026 yang sempat memicu kekecewaan di kalangan pencinta mahakarya maritim Mandar akhirnya diluruskan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar angkat bicara untuk menyudahi simpang siur informasi di tengah masyarakat.

​Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menegaskan bahwa warisan budaya kebanggaan bumi Malaqbi ini tidak dihapus, melainkan mengalami perubahan konsep akibat keterbatasan dan pengetatan anggaran fiskal daerah.

​Langkah ini merujuk langsung pada instruksi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), dalam Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) pekan lalu. Bagaimana skema aslinya?

Lomba Maraton Ditiadakan, Estafet Diserahkan ke Polman dan Majene

​Bau Akram Dai merinci secara gamblang bagian mana saja yang mengalami efisiensi anggaran dan bagaimana nasib para pelaut tangguh (passandeq) tahun ini:

    • Yang Ditiadakan: Rute Lomba Maraton lintas kabupaten yang biasanya menempuh jalur laut dari Polewali Mandar menuju Kabupaten Mamuju.
    • Yang Tetap Berjalan: Festival dan lomba Sandeq Silumba skala lokal yang diserahkan sepenuhnya kepada dua kabupaten basis pelaut Mandar, yaitu Polewali Mandar (Polman) dan Majene.

​”Sangat jelas apa yang disampaikan oleh Gubernur terkait Event Sandeq Silumba, itu akan dilaksanakan di masing-masing kabupaten yakni Polman dan Majene. Dan yang tidak dilaksanakan itu lomba maraton dari Polman ke Mamuju, karena keterbatasan anggaran,” jelas Bau Akram Dai, Senin (22/6/2026).

Pemprov Sulbar Tetap Sponsori Hadiah & Uang Pembinaan

​Meski tongkat estafet pelaksanaan diserahkan ke tingkat kabupaten, Bau Akram memastikan Pemprov Sulbar tidak akan tinggal diam atau lepas tangan begitu saja.

​Guna menjaga marwah kebudayaan bahari ini, Pemprov Sulbar tetap mengalokasikan anggaran khusus untuk menyuntikkan dana segar dalam menyukseskan gelaran di daerah.

​”Kami tidak lepas tangan. Pemprov Sulbar tetap memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaannya, termasuk menyediakan uang pembinaan dan hadiah bagi para peserta Sandeq Silumba,” tambah Raja Mamuju tersebut.

Tetap Masuk Kalender Wisata Nasional (KEN)

​Terkait kesiapan teknis di lapangan, Dispoparekraf Sulbar mengaku telah mengantongi konfirmasi dari pemerintah kabupaten yang menyatakan siap menggelar acara tersebut. Pihaknya juga intens berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata guna membahas detail jadwal pelaksanaan.

​Bau Akram berharap masyarakat tidak lagi termakan isu miring, mengingat Sandeq Silumba merupakan aset nasional yang telah dikunci dalam kalender wisata Kharisma Event Nusantara (KEN). Pemerintah Provinsi pun menargetkan ajang ini akan kembali digelar secara besar-besaran di tingkat provinsi pada tahun anggaran mendatang. (Rls)

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *