Minggu , Januari 24 2021
Home / Daerah / Berkunjung Ke Rea Guliling Ado’ Disambut Musik Bambu dan Rebana

Berkunjung Ke Rea Guliling Ado’ Disambut Musik Bambu dan Rebana

Mamuju, 8enam.com.-Dalam kunjungan terbatas di Desa Rea Gulilung, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, calon wakil bupati paslon nomor 1 Ado Mas’ud yang didampingi Munandar Wijaya Ramlan disambut irama Musik Bambu dan Riuh Rebana, Minggu (22/11/2020) kemarin.

Sambutan meriah itu bukan tanpa Alasan, menurut masyarakat Rea Guliling Ado Mas’ud merupakan putra kebanggaan Kalukku. Dimana Ado Mas’ud merupaka orang Kalukku pertama yang maju dalam Pilkada Mamuju.

“Kami sangat bangga dengan bapak Ado Mas’ud sebagai putra terbaik Kalukku yang maju dalam Pilkada, besar harapan Kami pada Pak Ado,” ujar Darma (44) warga Rea Guliling

Selain itu, warga Rea Guliling juga menganggap jika pasangan nomor urut satu (Tina-Ado) mampu menjadi jawaban atas segudang persoalan yang dihadapi Mamuju, terkhusus di Desa Rea Guliling.

Dimana hamparan sungai yang hampir tiap tahun menjadi ancaman serius bila mana banjir menerjang dimusim penghujan.

Bahkan menurut penuturan warga, upaya menghalau abarasi sungai terakhir kali dilakukan sepuluh tahun lalu, akibat dimakan usia, buronjong yang terpasang bantaran sungai pun amblas. dan tiap kali air meningkat mereka khwatir banjir menerjang pemukiman.

“Tiap kali hujan ya kami pasrah saja pak, tiap tahun kami usulkan untuk dibuatkan penghalau tapi hanya dijawab dengan Insya Allah,” kata David Sarama (50).

Terlebih menurut David, ia terkesimah dengan hati dermawan Colon Bupati nomor urut satu, Sitti Sutinah Suhardi, pasalnya saat keluarganya membutuhkan bantuan, Hanya Sitti Sutinah Suhardi yang mendetanginya dengan bantuan.

“Jujur saya sangat tersentuh saat keluarga saya mengungsi dari Mamasa waktu gempa, cuma ibu Tina yang datang membawahkan bantuan untuk kami,” lanjutnya.

Melihat itu, Ado Mas’ud langsung berkunjung kebantaran Sungai Rea Guliling, Ado menyebut jika bantaran sungai Rea Guliling yang membentang hingga lepas pantai Beru-Beru itu perlu penanganan khsusus.

“Ini memang sudah lama, dan perlu diperhatikan khusus, kalau kita lihat seridaknya perlu rekayasa jalur sungai selain membuat tanggul penahan air,” ungkap Ado. (Sgt/edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *