Sabtu , Februari 29 2020
Home / Daerah / Belum Dioperasikan, Pengadaan Kapal Fery Mini Menuai Sorotan

Belum Dioperasikan, Pengadaan Kapal Fery Mini Menuai Sorotan

Mamuju, 8enam.com.-Pengadaan kapal fery Mini tahun 2017 yang hingga saat ini belum di Operasikan menuai sorotan dari tokoh pemuda asal Balabalakang yang juga Sekretaris Desa Balabalakang Kecamatan Balalakang Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Melalui sambungan WhatsApp, Rabu (22/1/2020), Nasmuddin angkat bicara terkait pengadaan kapal Fery Mini tahun 2017 yang menelan anggaran Milyaran rupiah, namun hingga saat ini belum di operasikan.

“Saya bisa berkomentar karna selain sebagai masyarakat bala balakang saya juga sebagai pengusul disetiap Musrembang. Dan saya juga sebagai pemerintah Desa,” kata Nasmuddin.

“Kapal Feri mini itu dibuat tahun 2017 sampai sekarang tidak beroperasi….itinya tidak bisa digunakan karna ini kapal rawan tenggelam karna lembek sekali tidak cocok untuk laut bala balakang.

Nah disini kurangya ini anggota DPR yang duduk ujar Nasmuddin, yang katanya wakil rakyat yang dalam UUD 1945 kekuasaan/kedaulatan ditangan rakyat. Namun anggota dewan yang sekarang bagaikan macan ompong yang cuman bisa mengaung namun tak bisa menggigit.

“Mana fungsi Pengawasannya? ini barang diadakan melalui mekanisme, perencanaan, lalu kepembahasan, lalu pelaksanaan, namun dari tiga tahapan ini tak satupun yang dilakukan. Ini barang sudah barang lapuk, sekan akan tidak ada masalah,” Jelas Nasmuddin

Selain dari itu kata Nasmuddin, keberadaan Kapal Fery Mini itu ada di Pulau Ambo, masyarakat disana khawatir karena kalau angin kencang bisa merusak kapal nelayan yang ada disampingnya.

Ditanya soal anggaran pengadaan kapal Feri Mini itu, Nasmuddin dengan lantang mengatakan, kalau anggaran dirinya kurang tau pasti, tapi sepengetahuan dirinya, penganggaran pertama Rp 1,2 M, tapi informasinya ada penambahan karna diperbaiki ulang.

“Kalau soal harapan terserah pemerintah carikan solusi, tapi intinya jangan Bala balakang dijadikan pembungan proyek gagal atau bahasa dikita nipajari anak poro. Bala balakang sudah terbuang jangan, dijadikan lagi pembuangan proyek gagal,” pungkas Nasmuddin. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *