Selasa , Agustus 9 2022
Home / Daerah / Begini Tanggapan Munandar Soal Statmen Petahana Yang Menyebut Pendatang Penyebab Angka Kemiskinan Meningkat

Begini Tanggapan Munandar Soal Statmen Petahana Yang Menyebut Pendatang Penyebab Angka Kemiskinan Meningkat

Mamuju, 8enam.com.-Statement Paslon petahana Habsi Wahid-Irwan Pababari menyebutkan bahwa, penyebab pertumbuhan angka kemiskinan di Kabupaten Mamuju karena adanya penduduk baru yang masuk ke Mamuju mengakibatkan kemiskinan, sontak mendapat reaksi dari berbagai pihak.

Pernyataan itu di sampaikan paslon petahana Habsi Wahid-Irwan Pababari dalam debat kandidat putaran pertama yang di gelar KPU Mamuju di Ballroom Hotel Matos dan Convention Mamuju Sulbar, Sabtu (31/10/2020).

“Rata-rata orang yang datang di Mamuju para pencari kerja, jadi itu yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan,” kata Paslon Petahana, Habsi Wahid saat menjawab pertanyaan yang di lontarkan paslon nomor urut 1 Hj. Sitti Sutinah Suhardi-Ado Mas’ud, dalam debat publik, terkait peningkatan angka kemiskinan.

Menanggapi pernyataan Paslon Petahana tersebut, mantan wakil ketua DPRD Sulbar yang juga tokoh dari PUS, Munandar Wijaya mengaku tersinggung.

“Ada kalimat tadi saya dengar kurang bagus karena membuat kami pendatang di Mamuju ini agak tersinggung,” kata Munandar Wijaya.

Dia mengunkapkan, saat ini dirinya telah menggarap beberapa lokasi pengembangan usaha pertanian di wilayah Mamuju, termasuk di Kecamatan Malukku merasa terganggu dengan statment yang di sampaikan Habsi Wahid.

“Kami datang di sini berupaya membangun pertanian dengan melibatkan beberapa keluarga, untuk menjadi karyawan dan punya penghasilan justru di anggap menjadi penyebab ke miskinan di Mamuju,” katanya

Dengan pernyataan itu Munandar Wijaya, menilai ada struktur pemikiran yang kurang bagus, dari paslon petahana dan tentu juga akan membuat yang lain akan tersinggung.

“Saya yakin dan percaya Mamuju ini terbangun tidak lain dan tidak bukan juga faktor orang-orang yang datang di mamuju ini, baik itu bugis, jawa, makassar dan seterusnya,” ungkapnya.

“Nah ini saya kira yang saya baca tadi, intihnya saya memberikan skor 5 -2, paslon Tina-Ado skornya 5 dan Paslon petahana Habsi Wahid-Irwan Pababari 2. dan sebagai pendatang saya tersinggung dengan pernyataan paslon petahana itu,” tegas Munandar Wijaya.

Diketahui bahwa secara absolut angka kemiskinan di Kabupaten Mamuju dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Pada tahun 2016 sebanyak 17.470 jiwa warga miskin di Mamuju Sulbar, tahun 2017 sebanyak 19.110 jiwa, tahun 2018 20.420 jiwa, serta tahun 2019 sebanyak 20.570 jiwa, sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh BPS Mamuju. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.