Selasa , Juli 14 2020
Home / Daerah / Begini Awalnya, Kapolda Sulbar Terjun Langsung Padamkan Api

Begini Awalnya, Kapolda Sulbar Terjun Langsung Padamkan Api

Mamuju, 8enam.com.-Musim kemarau seperti saat ini, kebakaran lahan dan hutan bisa terjadi akibat ulah manusia itu sendiri atau akibat ada gesekan juga bisa mengakibatkan kebakaran lahan.

Seperti yang terjadi pada hari Sabtu (21/9/2019) saat Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar hendak menghadiri acara di kantor Gubernur Sulbar, tiba-tiba Kapolda melihat ada kepulan asap diarea kantor Gubernur Sulbar. Tanpa pikir panjang, Kapolda Sulbat terjun langsung padamkan api yang membakar lahan di area Kantor Gubernur Sulbar tesebut.

Kejadian itu bermula saat Lulusan Akpol 1986 itu hendak mengikuti agenda di kantor tersebut. Ketika memasuki area kantor ia melihat kepulan asap yang membesar.

Tiba di parkiran teras kantor, Kapolda langsung mengecek keadaan. Ternyata api mulai menjalar membakar area parkiran yang berada di bagian depan kantor Gubernur.

Kapolda yang datang bersama sejumlah personel polisi langsung melakukan upaya untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Sejurus kemudian pemadam kebakaran dari BPBD datang.

Kapolda yang berada di lokasi langsung menarik selang air kemudian menyiram api yang mulai merembet.

Ysai kejadian, Brigjen Pol Baharuddin Djafar mengatakan, kejadian itu merupakan pelajaran jika saat ini api sangat mudah menyala bahkan membesar.

“Saya datang kesini mau ada acara diatas, kemudian saya liat ada asap, ini bukti bahwa api bisa muncul dimana-mana di musim kering ini ada gesekan bisa timbul api,” kata Kapolda.

Lebih lanjut mantan Karopaminal Divpropam Polri itu menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat menyalakan api, apalagi saat ini musim kemarau yang cukup panjang.

“Jangan mudah menyalakan api, yang kedua kalau saudara-saudara kita yang sering merokok jangan sampai membuang puntungnya dengan sembarang,” harapnya. (Hps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *