Selasa , Desember 7 2021
Home / Daerah / Antisipasi Gangguan Kamtibmas Pasca Pilkada, Kapolda Sulbar Lakukan Ini

Antisipasi Gangguan Kamtibmas Pasca Pilkada, Kapolda Sulbar Lakukan Ini

Polman ,8enam.com-Untuk mengantisipasi ganguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) pasca pencoblosan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Polman tahun 2018, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharuddin Djafar kunjungi kediaman Paslon yang ikut dalam kontestasi tersebut, Kamis (28/6/2018).

Pertama yang dikunjungi oleh Kapolda Sulbar adalah kediaman Cabup nomor urut 1, Salim S. Mengga di Kelurahan Takatidung, kemudian dilanjutkan ke kediaman Cabup nomor urut 2 Andi Ibrahim Masdar di Kelurahan Pekkabata.

Setelah mengunjungi kediaman kedua Calon Bupati, Kapolda menlanjutkan kunjungan ke kediaman calon wakil bupati nomor urut dua, M. Natsir Rahmat di Kelurahan Madatte dan menyelesaikan kunjungan tersebut di kediaman Marwan calon wakil bupati nomor urut 1 di Wonomulyo.

Ditemui usai kunjungan tersebut, Kapolda Sulbar mengatakan, kedatangannya untuk mengunjungi para paslon hanya untuk agar tetap tenang menunggu hasil resmi Pilkada Polman dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami selaku aparat keamanan tentu harus mendatangi paslon-paslon dan menyampaikan, tenang mi saja, tunggu mi yang pasti dari KPU, setelah ada kepastian dari KPU, baru kita sampaikan kepada para pendukung,” tutur Kapolda.

Dengan adanya pergitungan cepat yang mendahului hasil dari KPU kata Kapolda, tentu akan menciptakan eskses di tiap pengikut atau pendukung paslon.

“Inikan masih perhitungan suara, perhitungan sementara ini tentu ada perhitungan (hitung cepat) yang mengatakan nomor urut A yang menang, dan ada juga mengatakan nomor urut B yang menang, padahal itu bisa memimbulkan ekses, sehingga semua pengikut disetiap paslon ini merasa bahwa kita yang menang,” urainya.

Jika sudah ada yang merasa menang lanjut Kapolda, jangan ada euforia, agar Pilkada Polman dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

“Kalau ada yang merasa sudah menang, jangan ada euforia, itu yang utama, sehingga Polweli Mandar betul-betul bisa menjadi contoh untuk di Indonesia, untuk dilihat, inilah pesta demomrasi yang paling baik di Polman,” tutupnya. (Ra/edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *