Selasa , Desember 7 2021
Home / Daerah / Abaikan Prokes, Polres Mateng Tutup Hiburan Hoya-Hoya Di Desa Lara

Abaikan Prokes, Polres Mateng Tutup Hiburan Hoya-Hoya Di Desa Lara

Mateng, 8enam.com.-Menindaklanjuti laporan masyarakat soal adanya hiburan hoya-hoya di Desa Lara Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah, yang tidak mematuhi Prokes, Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Muhammad Zakiy langsung perintahkan untuk menutup hiburan malam “Hoya-hoya”

Ditemui setelah pembubaran, Minggu (3/7/2021) malam, Kapolres Mateng, AKBP Muhammad Zakiy membenarkan adanya laporan masyarakat soal hiburan malam “Hoya-hoya” yang tidak mengindahkan Prokes.

“Kami langsung tindaklanjut aduan masyarakat tentang kegiatan pasar malam yang biasa disebut “hoya-hoya” di Desa Lara Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah. Dan malam ini kami langsung perintahkan Kabag Ops, Kasat Sabara dan Kapolsek Karossa dan personilnya untuk mengecek langsung dan betul sebagian pengunjung mengabaikan Prokes, banyak pengunjung yang tidak menggunakan masker, tidak jaga jarak sehingga berpotensi menimbulkan penyebaran virus, dan malam ini kami langsung tutup,” kata Kapolres.

Kapolres menuturkan, dengan adanya kegiatan seperti itu membangkitkan ekonomi masyarakat, banyak pedagang kecil yang membuka lapak. Tapi tujuan memutup pasar malam “hoya-hoya” bukan mematikan ekonomi di Mamuji Tengah khususnya di Desa Lara.

“Kami mau usaha masyarakat tetap jalan dengan tidak mengabaikan Prokes. Kegiatan masyarakat harus berjalan, tapi Prokes tidak boleh diabaikan, karena Prokes itu sangat penting di masa Pandemi seperti saat ini,” ujar Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, dimasa pandemi ini banyak kegiatan masyarakat yang tidak jalan, tapi masyarakat harus sadar, jangan sampai karena membuka usaha yang tidak mematuhi Prokes, bisa menimbulkan dampak yang buruk termasuk jumlah covid di Mamuju Tengah, apalagi jumlah yang terkomfirmasi covid di Mamuju Tengah masih ada.

“Kami tidak mau dengan adanya kegiatan yang tidak mematuhi Prokes bisa menambah jumlah kasus terkomfirmasi covid di Mamuju Tengah, Kami tidak berhenti bersinergi dengan TNI dan Pemda Mamuju Tengah menyampaikan ke masyarakat untuk selalu patuh dan taat Prokes,” ujarnya.

“Dengan penutupan kegiatan pasar malam, kami mohon maaf mungkin banyak kegiatan-kegiatan masyatakat ikut ditutup, kami berharap masyarakat lebih jeli dan lebih taat Prokes karena kondisi saat ini pemerintah betul-betul menekan laju penyebaran covid-19 di Mamuju Tengah,” ungkapnya.

Menidaklanjuti perintah Kapolres Mateng, Kabag Ops bersama Kapolsek Karossa, IPTU Gunawan dan personil Polsek Karossa langsung kelokasi untuk memebubarkan kegiatan hiburan hoya-hoya.

“Kami langsung menindaklanjuti untuk menutup kegiatan pasar malam hoya-hoya yang tidak mematuhi Prokes,” kata Kapolsek Karossa.

Dia juga membenarkan bahwa banyak pengunjung tidak memakai masker “Karena hal itu kami tidak mentolelirnya, langsung kami bubarkan malam ini juga,” ungkapnya.

Seperti diberitakan di media online Sulbaronline.com, Hiburan malam atau pasar malam berupa hoya-hoya beroperasi di Dusun Salubarana, Desa Lara, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), dimulai pada Sabtu (3/7/21) malam.

Kehadiran pasar malam ini memang menjadi daya tarik dan kegembiraan tersendiri bagi sejumlah warga. Namun, situasi saat ini masih tidak relevan dengan kondisi Covid-19 yang terus meningkat setiap harinya.

Apalagi, dari pantauan SULBARONLINE.COM, sejumlah pengunjung tidak taat pada protokol kesehatan (Prokes), khususnya penggunaan masker.

Salah satu tokoh pemuda Sulbar yang berasal dari Desa Lara, Ashari Rauf, yang selama ini peduli dengan kondisi Pandemi Covid-19 sangat menyesalkan beroperasinya hiburan malam di jantung Kota Lara ini.

Ashari yang juga Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulbar ini sangat menyesalkan adanya hiburan malam yang beroperasi di tengah keseriusan Pemerintah Daerah Mamuju Tengah melakukan pencegahan risiko penyebaran Covid-19.

“Di satu sisi memang warga butuh hiburan. Tapi di sisi lain, pandemi Covid-19 meningkat drastis sebulan terakhir ini. Jangan sampai ada kluster baru di desa kami ini. Karena ini mengundang perkumpulan banyak orang. Sehingga saya sebagai anak muda yang berasal dari Desa itu menyayangkan beroperasinya hoya-hoya tersebut,” tegas Ashari.

Dia berharap, ini bisa berlangsung sepanjang diawasi secara ketat. Utamanya dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab banyak pengunjung yang mengabaikan Prokes.

“Meskipun di Mamuju Tengah hanya ada 9 orang hingga hari ini masih dinyatakan positif, tetapi kita tidak tahu bagaimana dampaknya jika ada masyarakat dari luar yang melintas dan singgah di tempat ini. Kalau yang bersangkutan positif, maka mengkhawatirkan bagi warga sekitar. Jadi saya berharap agar ini diperhatikan oleh pihak kepolisian,” jelas Ashari.

Apalagi, lanjut mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini, ada kabar bahwa di tempat hiburan itu diduga berlangsung judi bola gulir atau bola gelinding. Jika benar hal ini dinilai Ashari sangat tidak mendidik.

“Semoga saja tidak benar adanya dugaan judi gelinding itu. Tapi ada beberapa orang yang bilang demikian. Kalau benar, itu sangat merusak. Olehnya, saya berharap pihak Polsek Karossa dan Polres Mateng memperhatikan ini,” harap Ashari yang juga merupakan alumni terbaik Pendidikan Lemhanas Sulbar tahun 2019 ini.

Saat dikonformasi via WhatsApp (WA), Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Muhammad Zakiy mengaku tidak pernah mengeluarkan izin operasi untuk kegiatan hoya-hoya di Desa Lara.

“Kalau izin, Polres tidak mengeluarkan. Sama halnya tempat usaha masyarakat, seperti toko, warkop, rumah makan, dan lain-lain. Pada intinya para pelaku usaha wajib menerapkan prokes,” pungkas Muhammad Zakiy. (Iqbal/amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *