Example 300250
DaerahMamuju

Atasi Antrean SPBU & Perkuat Ketahanan Energi, Gubernur SDK Dorong Pertamina Bangun Depo BBM di Sulbar!

×

Atasi Antrean SPBU & Perkuat Ketahanan Energi, Gubernur SDK Dorong Pertamina Bangun Depo BBM di Sulbar!

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Barat mendapat perhatian serius dari Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK). Menjawab keresahan publik tersebut, Gubernur SDK memanggil langsung jajaran manajemen PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk menggelar rapat koordinasi di Ruang Kerja Gubernur, Senin (26/10/2026).

​Tenaga Ahli Gubernur Sulbar Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Hajrul Malik, mengungkapkan bahwa antrean kendaraan yang marak belakangan ini dipicu oleh perubahan pola konsumsi pasar dan dinamika sektor energi global.

​”Pihak Pertamina menegaskan bahwa pasokan BBM untuk Sulbar sebenarnya tidak berkurang, bahkan kuota BBM bersubsidi terus ditambah. Namun, ada pergeseran beban konsumsi di mana sebagian pelaku usaha atau pengguna BBM industri beralih menggunakan BBM bersubsidi, ditambah dampak fluktuasi geopolitik Timur Tengah yang menekan tata kelola distribusi,” terang Hajrul.

​Minta Kajian Struktural: Pembangunan Terminal/Depo BBM Sulbar

​Tak ingin sekadar menghadirkan penanganan jangka pendek yang reaktif, Gubernur Suhardi Duka mendorong langkah struktural dan strategis guna menjamin ketahanan energi daerah jangka panjang. SDK secara tegas meminta Pertamina melakukan kajian komprehensif terkait pembangunan Terminal BBM (Depo Penyimpanan & Distribusi BBM) mandiri di wilayah Sulawesi Barat.

​Saat ini, Sulawesi Barat ditopang oleh 42 SPBU aktif, termasuk 5 SPBU Nelayan. Pertumbuhan ekonomi daerah yang pesat dinilai membutuhkan sistem rantai pasok (supply chain) energi yang lebih efisien dan mandiri.

​”Pak Gubernur meminta Pertamina mengkaji secara serius kelaikan pembangunan depo BBM di Sulbar. BBM ini menyangkut hajat hidup orang banyak—mulai dari mobilitas harian warga, nelayan, petani, UMKM, hingga angkutan logistik. Jika jaringan distribusi terganggu, perekonomian daerah yang kena dampaknya. Solusi yang dihadirkan harus berkelanjutan,” tegas Hajrul Malik.

​Pemprov Sulbar berharap hasil kajian teknis dan kelayakan ekonomi dari Pertamina dapat tuntas dalam waktu terukur. Langkah ini sejalan dengan komitmen Misi Panca Daya Gubernur Suhardi Duka dalam memperkuat infrastruktur konektivitas dan ketahanan ekonomi daerah demi terwujudnya Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *