Mamuju, 8enam.com.-Warga Sulawesi Barat diminta tak buru-buru lega dengan perubahan cuaca. Berdasarkan surat resmi BMKG tertanggal 5 Oktober 2026, fenomena iklim ekstrem tengah mengintai. Dampak El Niño yang sangat kuat dan IOD Positif tak hanya memicu kekeringan panjang, tetapi juga membuyarkan pola musim hujan di Sulbar untuk periode 2026/2027.
Meranggapi peringatan dini ini, Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, langsung menginstruksikan seluruh jajaran BPBD kabupaten untuk menyiagakan langkah mitigasi darurat pada Rabu (7/10/2026). Instruksi ini menindaklanjuti arahan langsung dari Gubernur Suhardi Duka dan Sekda Junda Maulana.
BMKG memprediksi awal musim hujan di Sulbar bakal mundur dan tiba lebih lambat, yakni baru masuk pada November hingga Desember 2026 dengan durasi yang lebih singkat dari normalnya.
Kondisi anomali ini menciptakan ancaman ganda yang bikin waswas:
Oktober 2026: Ancaman kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) masih mengintai di depan mata.
Desember 2026 – Februari 2027: Begitu masuk puncak musim hujan, wilayah Sulbar berisiko dihantam bencana hidrometeorologi basah seperti curah hujan ekstrem, banjir bandang, dan tanah longsor.
”Puncak musim hujan akan terjadi secara bertahap. Sebagian besar wilayah Sulbar mengalaminya pada Desember 2026, sedangkan Sulbar bagian selatan diprediksi mencapai puncaknya pada Februari 2027,” ungkap Yasir Fattah.
Merespons ancaman tersebut, BPBD Sulbar mengeluarkan beberapa imbauan krusial:
Masyarakat & Pemerintah Daerah: Segera bersihkan saluran drainase yang tersumbat, siapkan jalur evakuasi, dan tingkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla maupun banjir.
Sektor Pertanian: Para petani diminta segera menyesuaikan jadwal tanam dan memprioritaskan varietas tanaman berumur pendek.
Kesehatan & Air Bersih: Maksimalkan penampungan air hujan serta antisipasi potensi lonjakan penyakit pascabencana seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).
Yasir memastikan Pusdalops BPBD Sulbar kini siaga penuh 24 jam memantau perkembangan cuaca real-time demi mengantisipasi potensi darurat sebelum terlambat.
Editor : Ammar







