Example 300250
DaerahMamuju

Warga Desa Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Kota! Ada Apa di Rangkaian Festival Budaya Laskar Mamuju?

×

Warga Desa Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Kota! Ada Apa di Rangkaian Festival Budaya Laskar Mamuju?

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Suasana Lapangan Sepak Bola Sumare, Kabupaten Mamuju, pada Minggu (2/8/2026) sore mendadak ramai disemarakkan masyarakat. Selain diramaikan oleh alunan musik dan atraksi dalam rangkaian Festival Budaya Laskar Mamuju, ada satu area yang paling padat diserbu warga sejak pukul 14.00 WITA.

​Rupanya, Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat berkolaborasi dengan mahasiswa KKN-PPM UGM “Manapak Mamuju” menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) langsung di tengah-tengah hajatan budaya tersebut.

​Lantas, bahan pokok apa saja yang diborong warga dan seberapa hemat belanja di sini?

​Paket Komplit: Beras, Minyak, hingga Telur di Bawah Harga Pasar

​Guna menekan laju inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga dapur warga, Dinas Pangan Sulbar merangkul Perum BULOG Cabang Mamuju serta distributor lokal untuk memboyong sembako berkualitas dengan harga miring.

​Beberapa komoditas strategis yang dijual jauh di bawah harga pasaran di antaranya:

  • Beras SPHP & Beras Medium
  • Minyak Goreng Minyakita
  • Telur Ayam Ras Segar
  • Gula Pasir Konsumsi

​Kepala Dinas Pangan Daerah Sulbar, Suyuti Marzuki, menegaskan bahwa langkah ini merupakan eksekusi nyata dari visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam memastikan ketersediaan pangan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

​”Sinergi antara pemerintah, BULOG, distributor lokal, hingga civitas akademika UGM menjadi kunci utama menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Sulbar,” ujar Suyuti.

​Warga Desa: “Sangat Membantu, Tak Perlu Ongkos ke Kota”

​Keputusan memboyong pasar murah langsung ke pelosok desa ini disambut riang oleh warga setempat. Dewi, salah seorang warga Desa Sumare, mengaku sangat bersyukur karena tidak perlu lagi merogoh ongkos ekstra untuk pergi berbelanja kebutuhan pokok ke pusat Kota Mamuju.

​”Kami sangat bersyukur. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi ke Kota Mamuju untuk beli beras, minyak, telur, dan gula. Selain dekat, harganya jauh lebih murah. Semoga program ini sering-sering diadakan,” ungkap Dewi gembira.

​Kolaborasi manis antara Pemprov Sulbar, KKN-PPM UGM, dan BULOG ini membuktikan bahwa acara budaya tak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga solusi nyata untuk meringankan beban ekonomi masyarakat desa.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *