Example 300250
DaerahMamuju TengahPeristiwa

Darurat Kekeringan Hitam! El-Nino Mengganas, 18 Desa di Mamuju Tengah Kritis Air Bersih

×

Darurat Kekeringan Hitam! El-Nino Mengganas, 18 Desa di Mamuju Tengah Kritis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Close-up of a new shoot of plant in dry cracked clay mud in dried up lake bed / riverbed during drought in summer in hot weather temperatures

Mateng, 8enam.com.-Dampak fenomena iklim El-Nino kini bukan lagi sekadar ancaman di atas kertas. Krisis air dan kekeringan hebat secara resmi telah menghantam Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

​Tak main-main, gelombang kekeringan ini dilaporkan telah melumpuhkan aktivitas dan pasokan air di 18 desa yang tersebar di 5 kecamatan.

​Kondisi darurat ini diungkapkan langsung oleh Kapolres Mamuju Tengah, AKBP Ari Prayitno, saat memimpin Rapat Koordinasi Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan El-Nino di Mapolres Mamuju Tengah, Jl. H. Aras Tammauni, Desa Tobadak, Jumat (31/7/2026).

​Lantas, desa mana saja yang kini masuk dalam zona kritis kekeringan dan apa langkah darurat yang disiapkan Satgas?

​Daftar 18 Desa Terdampak Kekeringan di Mamuju Tengah

​Berdasarkan data resmi kepolisian dan stakeholder terkait, berikut sebaran wilayah yang kini mengandalkan bantuan pasokan air dan penanganan darurat:

Kecamatan Pangale: Desa Pololereng, Desa Sartanamaju, Desa Polo Pangale, dan Desa Kuo.

Kecamatan Budong-Budong: Desa Salugatta, Desa Pontanakkayang, Desa Tinali, dan Desa Babana.

Kecamatan Topoyo: Desa Kabubu, Desa Paraili, Desa Salupangkang, dan Desa Topoyo.

Kecamatan Tobadak: Desa Tobadak, Desa Saluadak, Desa Sejati, dan Desa Palongaan.

Kecamatan Karossa: Desa Karossa dan Desa Kayu Calla.

​Satgas Lintas Sektor Bergerak Cepat

​Rapat koordinasi yang mengumpulkan seluruh elemen stakeholder daerah ini digelar untuk menyatukan barisan. Kepolisian bersama pemerintah daerah dan instansi teknis sepakat membendung dampak buruk El-Nino agar tidak meluas menjadi krisis pangan maupun masalah kesehatan.

​”Pembentukan Satgas Penanganan El-Nino ini menjadi langkah krusial untuk menyamakan persepsi dan aksi nyata di lapangan. Kita harus bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih dan memitigasi dampak kekeringan bagi warga,” pungkas AKBP Ari Prayitno.

​Dengan dibentuknya Satgas khusus ini, Pemkab dan Polres Mamuju Tengah mengimbau warga terdampak untuk tetap tenang dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat terkait pendistribusian air bersih serta penanganan lahan gersang selama El-Nino berlangsung.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *