Example 300250
DaerahEkonomi & BisninPolewali Mandar

Sidak Langsung ke Polman! Bappenas Temukan ‘Harta Karun’ Cokelat Sulbar yang Siap Ditembus ke Pasar Internasional

×

Sidak Langsung ke Polman! Bappenas Temukan ‘Harta Karun’ Cokelat Sulbar yang Siap Ditembus ke Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini

Polman, 8enam.com.-Ada pemandangan menarik di sentra produksi dan pengolahan kakao Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Rabu (29/7/2026). Rombongan khusus dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendadak turun langsung ke lapangan untuk memantau dari dekat ‘harta karun’ ekonomi Sulawesi Barat yang selama ini tersembunyi.

​Kunjungan lapangan krusial ini didampingi langsung oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Sulbar bersama Tim Bapperida Sulbar, atas arahan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, Muh. Faizal Thamrin.

​Kedatangan tim pusat ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk menyusun peta rekomendasi Core Competence yang bakal menentukan nasib industri kakao Sulbar di masa depan.

Insepksi Pangan: Dari Biji Mentah Hingga Cokelat Siap Saji

​Lokasi utama yang menjadi sasaran tinjauan adalah PT. Ekonomi Hijau dan CV. Putra Mataram (UMKM Macoa). Di dua tempat ini, Tim Bappenas menyaksikan secara langsung bagaimana biji kakao lokal yang tadinya dijual mentah kini disulap menjadi produk olahan bernilai jual tinggi.

​Rombongan yang diwakili Sekretaris Disbun Sulbar Andi Sitti Kamalia, Tenaga Ahli Bapperida Abd. Waris B., serta jajaran Pengawas Mutu Hasil Perkebunan (PMHP), melihat proses pascapanen hingga berdialog langsung dengan para pelaku usaha untuk membedah peluang dan hambatan di lapangan.

Mengubah Kebun Kakao Jadi Industri Berdaya Saing Global

​Kadisbun Sulbar, Muh. Faizal Thamrin, menegaskan bahwa kunjungan Bappenas ini menjadi amunisi baru untuk mewujudkan visi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah.

​”Kunjungan ini jadi langkah strategis untuk memberikan gambaran nyata soal potensi, tantangan, dan peluang kakao Sulbar. Kami berharap rekomendasi dari Bappenas nantinya mampu memperkuat sektor hulu hingga hilir, sehingga nilai tambahnya benar-benar dinikmati oleh petani dan masyarakat,” tegas Faizal.

​Sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov Sulbar, dan pelaku usaha lokal ini diharapkan tak hanya sekadar melahirkan dokumen rekomendasi, tetapi juga membuka keran investasi baru. Target besarnya jelas: menjadikan Sulawesi Barat sebagai pusat industri dan hilirisasi kakao utama yang diperhitungkan di tingkat nasional hingga internasional.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *