Mamuju, 8rnam.com.-Sebuah langkah besar yang diprediksi bakal mengubah peta ketahanan pangan di Sulawesi Barat (Sulbar) baru saja dimulai. Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar tertangkap kamera tengah menggelar audiensi intensif bersama Smart ID (Leading Technology for Knowledge and Education).
Pertemuan yang digelar secara daring via Zoom Meeting dari Aula Kantor Dinas Pangan Sulbar pada Senin (22/6/2026) ini bukan sekadar diskusi biasa. Kedua belah pihak kabarnya sedang meracik strategi besar dan menjajaki kerja sama super ketat demi memperkuat benteng ketahanan pangan daerah.
Tekan Tombol Digital: Sektor Pangan Sulbar Siap Dimodernisasi
Dalam durasi pertemuan tersebut, atmosfer diskusi berlangsung sangat interaktif. Dinas Pangan Sulbar dan Smart ID membongkar peluang kolaborasi yang mencakup:
- Pendampingan dokumen perencanaan strategis.
- Penguatan basis data pangan tingkat tinggi.
- Penerapan teknologi informasi mutakhir untuk memantau pergerakan pangan.
Langkah senyap tapi mematikan ini ternyata menjadi bagian dari misi besar Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam menggenjot daya saing daerah serta menyulap kualitas SDM lewat tata kelola pembangunan yang terintegrasi. Sektor pangan kini dijadikan tameng utama untuk menyejahterakan masyarakat.
”Dukungan teknologi, penguatan data, dan dokumen perencanaan yang terukur akan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” tegas Kepala Dinas Pangan Daerah Sulbar, Suyuti Marzuki.
Bocoran Dokumen Strategis yang Diincar
Dipandu oleh perwakilan Smart ID, Andika Muttaqin, pertemuan ini mengupas tuntas satu agenda yang sangat krusial, yaitu nasib penyusunan Dokumen Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Berbasis Sumber Daya Lokal.
Tak hanya itu, kajian panas mengenai Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Provinsi Sulbar juga ikut dibedah. Dua dokumen ini digadang-gadang akan menjadi “senjata utama” pemerintah dalam mengambil kebijakan cepat yang tidak bisa diintervensi pihak luar.
Sejumlah pejabat teras Dinas Pangan Sulbar tampak hadir dan mengawal ketat jalannya diskusi ini, di antaranya Kepala Bidang Kerawanan Pangan Sofiawati Sofyan, Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Nugroho Hamid, serta Rosmini.
Sinergi antara Dinas Pangan Sulbar dan Smart ID ini diprediksi akan melahirkan sistem pangan berbasis digital pertama di wilayah tersebut, sekaligus menjadi jawaban konkret atas tantangan krisis pangan dan gizi di masa depan. (Rls)
Editor : Ammar







