Mamuju, 8enam.com.-Langkah taktis dan terukur terus digencarkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) untuk menyukseskan program prioritas nasional. Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi menggelar rapat koordinasi intensif bersama Dinas Pangan Daerah (Dispangda) Provinsi Sulbar guna mematangkan kesiapan program serta memonitor persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah, Rabu (3/6).
Pertemuan krusial ini menjadi bagian penting dari komitmen Pemprov Sulbar dalam memperkuat sinergi antarinstansi. Langkah ini diambil guna memastikan program intervensi gizi tersebut nantinya dapat berjalan secara efektif, efisien, dan benar-benar tepat sasaran.
Komitmen ini sejalan dengan arah kebijakan strategis Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), yang terus menggenjot kolaborasi lintas sektor melalui semangat visi pembangunan Panca Daya, termasuk di dalamnya penguatan ketahanan pangan regional serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat pemenuhan gizi masyarakat yang berkeadilan.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Tenaga Ahli Gubernur Sulbar sekaligus Satgas MBG, Hajrul Malik, mendampingi Kepala Dispangda Provinsi Sulbar, Suyuti Marzuki. Pertemuan ini mengupas tuntas berbagai variabel pendukung program, mulai dari peta ketersediaan pangan, penguatan rantai pasok (supply chain), kesiapan kelembagaan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana penunjang di lapangan.
Tenaga Ahli Gubernur Sulbar, Hajrul Malik, menekankan bahwa penyamaan persepsi dan kesiapan instansi mutlak diperlukan agar implementasi program tidak menemui kendala berarti di tingkat tapak.
“Koordinasi ini kami lakukan untuk memastikan semua pihak berada di frekuensi dan kesiapan yang sama dalam mendukung implementasi MBG di Sulawesi Barat. Kami juga terus memberikan masukan strategis agar daerah lebih responsif terhadap dinamika serta perkembangan kebijakan MBG di tingkat nasional,” terang Hajrul Malik.
Dispangda Siap Amankan Pasokan Komoditas Lokal
Merespons hal tersebut, Kepala Dispangda Sulbar, Suyuti Marzuki, menegaskan kesiapan penuh jajarannya untuk mengawal lini pasokan komoditas. Dispangda berkomitmen mengoptimalkan potensi bahan pangan lokal guna mendukung keberlanjutan program jangka panjang.
“Dispangda siap mendukung penuh pelaksanaan Program MBG melalui penguatan aspek ketersediaan pangan, melakukan pemetaan potensi pasokan dari petani dan produsen lokal, serta memperketat koordinasi lintas sektor demi menjamin rantai pasok bahan pangan tetap aman dan berkelanjutan,” tegas Suyuti.
SPPG Jadi Ujung Tombak Pelayanan
Selain membahas cetak biru program secara makro, agenda pertemuan juga difokuskan pada monitoring berkala terhadap kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lembaga ini nantinya akan bertindak sebagai garda terdepan atau ujung tombak operasional MBG di wilayah Sulawesi Barat.
Proses monitoring mencakup kesiapan infrastruktur fisik, mekanisme operasional standar, dukungan manajemen logistik, hingga jaringan kemitraan pasokan pangan yang kokoh.
Melalui sinergi erat antara Satgas MBG dan Dispangda ini, Pemprov Sulbar optimistis seluruh tahapan persiapan dapat dirampungkan secara optimal, sehingga ketika program digulirkan, manfaatnya dapat langsung dirasakan secara nyata oleh masyarakat penerima manfaat di Bumi Manakarra. (Rls)
Editor : Ammar







