Example 300250
DaerahMamuju

Tinggalkan Cara Lama, DKPPKB Sulbar Luncurkan ‘Promkes Siola’ Guna Gempur Edukasi Kesehatan Lewat Medsos

×

Tinggalkan Cara Lama, DKPPKB Sulbar Luncurkan ‘Promkes Siola’ Guna Gempur Edukasi Kesehatan Lewat Medsos

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) membuat terobosan baru dalam menyebarkan informasi kesehatan. Menghadapi era digital, instansi ini resmi meluncurkan strategi inovatif bernama Promkes Siola, sebuah sistem komunikasi dan edukasi kesehatan terintegrasi yang berbasis media sosial serta kolaborasi lintas sektor.

​Strategi mutakhir ini dipaparkan langsung oleh Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas, dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan DKPPKB Sulbar, Muh Saleh. Pemaparan dilakukan di hadapan jajaran aparatur dalam agenda briefing internal Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Senin (25/5/2026).

​Muh Saleh menjelaskan, kehadiran Promkes Siola didorong oleh kebutuhan mendesak untuk membangun sistem edukasi yang lebih adaptif, kreatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Menurutnya, pola komunikasi kesehatan instansi pemerintah saat ini wajib bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.

​”Pendekatan kita harus mampu menyesuaikan perkembangan perilaku masyarakat modern, yang kini jauh lebih banyak menyerap dan memperoleh informasi melalui platform digital,” urai Muh Saleh.

Ukur Efektivitas Pesan dengan Survei Berbasis Data

​Rapat internal yang berlangsung dinamis tersebut dipandu oleh Wahida. Dalam kesempatan itu, ia memberikan catatan kritis mengenai pentingnya aspek evaluasi. Wahida menekankan bahwa DKPPKB Sulbar wajib menggelar survei berkala kepada masyarakat untuk mengukur tingkat efektivitas penyebaran informasi kesehatan di jagat maya.

​Evaluasi berbasis data dinilai sangat krusial. Langkah ini diperlukan untuk mengetahui secara pasti sejauh mana pesan-pesan kesehatan yang diproduksi mampu dipahami, diterima dengan baik, hingga berhasil mengubah perilaku masyarakat menuju pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

​Akselerasi digitalisasi pelayanan publik ini juga ditegaskan menjadi bagian penting dalam menyokong visi besar mewujudkan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah komando kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK).

Sasar Generasi Muda, dr. Nursyamsi: Stop Cara Konvensional!

​Dihubungi di tempat terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa promosi kesehatan memegang peranan vital dalam mendongkrak derajat kesehatan masyarakat sejak dari hulu. Oleh karena itu, cara-cara lama yang kaku harus segera ditinggalkan.

​“Promosi kesehatan tidak lagi cukup dilakukan secara konvensional. Kita harus mampu memanfaatkan media sosial dan pendekatan digital untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, khususnya generasi muda. Edukasi kesehatan yang dikemas dengan baik akan mendorong perubahan perilaku yang nyata,” tegas dr. Nursyamsi.

​Ia menambahkan, penguatan komunikasi kesehatan yang ditopang oleh data dan evaluasi yang valid akan sangat membantu pemerintah daerah dalam merumuskan strategi kebijakan yang lebih efektif, efisien, tepat sasaran, serta berkelanjutan.

​Melalui nakhoda inovasi Promkes Siola, DKPPKB Sulbar optimistis dapat melahirkan ekosistem edukasi kesehatan yang padu, inovatif, sekaligus mampu memantik partisipasi aktif warga dalam menyukseskan pembangunan kesehatan di Sulawesi Barat. (Rls)

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *