Mamuju, 8enam.com.-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Barat resmi menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) di Mamuju, Kamis (07/05/2026). Forum strategis ini menjadi ajang pemetaan kekuatan dan evaluasi total terhadap cabang olahraga (cabor) guna menghadapi kualifikasi Pra-PON dan Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, Bau Akram Dai, mewakili Gubernur Suhardi Duka (SDK), bersama Ketua KONI Sulbar, Syamsul Samad, serta jajaran pengurus KONI kabupaten se-Sulawesi Barat.
Pemetaan Perencanaan Menuju Pentas Nasional
Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat KONI dalam menyusun kalender prestasi. Menurutnya, kesuksesan di level nasional sangat bergantung pada matangnya perencanaan yang disusun sejak dini.
“Raker ini menjadi momentum penting untuk melakukan mapping perencanaan ke depan. Kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang agar kesiapan atlet dan cabang olahraga benar-benar maksimal saat menghadapi Pra-PON maupun PON di tahun-tahun mendatang,” ujar Bau Akram Dai.
Efisiensi Anggaran dan Skala Prioritas
Ketua KONI Sulbar, Syamsul Samad, menegaskan bahwa salah satu poin krusial dalam rapat kerja kali ini adalah evaluasi terhadap keaktifan cabang olahraga. Dari 40 lebih cabor yang terdaftar, hanya sekitar 20 cabor yang dinilai masih eksis secara kelembagaan dan memiliki kepengurusan resmi.
KONI Sulbar pun mengambil langkah berani dengan menerapkan skala prioritas dalam pembinaan atlet.
“Kita tidak bisa mengurus semua cabor secara penuh jika tidak ada prospek. Fokus kita adalah cabor yang berprestasi dan menjadi unggulan Sulawesi Barat. Ini menyangkut efisiensi anggaran; bagaimana biaya yang efisien bisa menghasilkan prestasi yang efektif,” tegas Syamsul Samad.
Sistem Pembinaan Terukur
Persaingan dengan provinsi lain yang semakin kompetitif menuntut Sulawesi Barat memiliki sistem pembinaan yang lebih modern dan terukur. Syamsul menambahkan bahwa pola persiapan atlet akan diarahkan pada peningkatan kualitas teknik dan mental juara agar mampu bersaing di kancah nasional.
Melalui Rakerprov 2026 ini, Pemprov Sulbar bersama KONI berkomitmen untuk mengembalikan marwah olahraga Bumi Manakarra dengan menargetkan capaian medali yang lebih baik, sekaligus memastikan pembinaan atlet lokal berjalan secara berkelanjutan.
Editor: Ammar







