Mamasa, 8enam.com.-Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melakukan langkah proaktif dalam melindungi masyarakat dari dampak bencana alam. Melalui kegiatan edukasi pengurangan risiko bencana, DKPPKB melatih para kader desa di Kecamatan Mamasa untuk menjadi garda terdepan dalam mitigasi dan respons awal, Selasa (21/04/2026).
Kegiatan yang berpusat di Kantor Kecamatan Mamasa ini bertujuan memastikan masyarakat di tingkat akar rumput memiliki ketangguhan dalam menghadapi situasi darurat, khususnya yang mengancam sektor kesehatan.
Membangun SDM Unggul dan Berkarakter
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen besar Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter. Gubernur menekankan bahwa kemajuan daerah harus dibarengi dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam meminimalkan risiko kerugian akibat bencana.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan DKPPKB Sulbar, dr. Darmawiyah, yang hadir langsung bersama tim krisis kesehatan, membekali para kader dengan pemahaman mengenai pengenalan risiko, langkah mitigasi, hingga teknik penanganan darurat yang tepat.
Kesiapsiagaan Berbasis Komunitas
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, secara terpisah menegaskan bahwa kader desa adalah kunci dalam sistem kesehatan masyarakat. Kehadiran mereka di tengah komunitas memungkinkan informasi mengenai kebencanaan tersampaikan secara lebih cepat dan personal.
“Edukasi pengurangan risiko bencana harus terus diperluas hingga ke tingkat desa. Kader desa memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat siap menghadapi situasi darurat. Kesiapsiagaan adalah kunci meminimalkan dampak, terutama di wilayah dengan potensi risiko tinggi seperti Mamasa,” tegas dr. Nursyamsi.
Tekan Risiko Kesehatan Seminim Mungkin
Fokus utama dalam edukasi ini adalah penanganan dampak kesehatan saat terjadi krisis. Para kader dilatih untuk bertindak cepat agar risiko penyakit atau cedera pascabencana dapat ditekan seminimal mungkin.
Dengan adanya pembekalan ini, DKPPKB Sulbar berharap tercipta ekosistem masyarakat yang tidak hanya waspada, tetapi juga mandiri dalam melakukan tindakan preventif. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kader desa diharapkan mampu mewujudkan Sulawesi Barat yang lebih tangguh, maju, dan sejahtera melalui penguatan sistem kesehatan berbasis kesiapsiagaan.
Editor: Ammar







