Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) bergerak taktis menekan angka kematian ibu dan bayi. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Evaluasi Audit Maternal Perinatal Surveillance and Response (AMPSR) yang digelar pada 2–4 Maret 2026 di Grand Maleo Hotel, Mamuju.
Langkah strategis ini selaras dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas melalui layanan kesehatan yang responsif, cepat, dan berkeadilan.
Evaluasi Berdasarkan Data 2025
Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris DKPPKB Sulbar, dr. Marintani Erna Dochri, ini menyoroti data kesehatan tahun 2025 yang mencatatkan 36 kasus kematian ibu dan 326 kasus kematian bayi di Sulawesi Barat.
Faktor utama yang menjadi atensi serius dalam evaluasi ini meliputi:
- Kematian Ibu: Didominasi oleh perdarahan postpartum, hipertensi dalam kehamilan, serta komplikasi obstetri.
- Kematian Bayi: Mayoritas disebabkan oleh gangguan perinatal dan prematuritas.
AMPSR: Bukan Sekadar Angka, Tapi Perbaikan Sistem
Dalam arahannya, dr. Marintani menegaskan bahwa AMPSR harus menjadi instrumen perbaikan sistem pelayanan secara menyeluruh, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit rujukan.
“Setiap kematian ibu dan bayi tidak boleh dipandang sebagai angka semata, tetapi sebagai evaluasi sistem. AMPSR adalah kunci untuk deteksi dini, rujukan tepat waktu, hingga penanganan kegawatdaruratan yang sesuai standar,” tegas dr. Marintani.
Komitmen Pelayanan Terintegrasi
Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan kabupaten, organisasi profesi, hingga tim teknis KIA untuk merumuskan rekomendasi konkret. Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, secara terpisah menyatakan komitmennya untuk memperkuat sistem pelayanan yang terintegrasi.
“Kami ingin memastikan setiap ibu melahirkan dengan selamat dan setiap bayi mendapatkan awal kehidupan yang sehat melalui intervensi yang berbasis data dan komprehensif,” ujar dr. Nursyamsi.
DATA CAPAIAN & FOKUS INTERVENSI KESEHATAN 2026 :
|
Indikator (Data 2025) |
Jumlah Kasus |
Fokus Utama Intervensi |
|---|---|---|
|
Kematian Ibu |
36 Jiwa |
Penanganan Perdarahan & Eklampsia. |
|
Kematian Bayi |
326 Jiwa |
Penguatan Pelayanan Neonatal Esensial. |
|
Sistem Rujukan |
Evaluasi AMPSR |
Percepatan Respon Kegawatdaruratan. |
|
Kualitas SDM |
Tenaga Medis KIA |
Pelatihan Standar Penanganan Obstetri. |







