Rabu , Oktober 27 2021
Home / Advetorial / 8 Perangkat Daerah Tidak Ikut Lomba Inovasi Daerah, Ini Kata Wakil Bupati Mateng

8 Perangkat Daerah Tidak Ikut Lomba Inovasi Daerah, Ini Kata Wakil Bupati Mateng

Mateng, 8enam.com.-Dari 42 peserta lomba inovasi daerah tahun 2021, ada lima OPD, 2 Bagian dan satu kantor kecamatan yang tidak ikut lomba inovasi daerah.

Kelima OPD tersebut masing-masing, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan, Dinas Transmigrasi, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Lingkuhan Hidup. Sementara untuk Bagian masing-masing, Bagian Pemerintahan dan Bagian Kesra Setda Mateng. Sedangkan untuk kantor yaitu Kantor Kecamatan Budong-budong.

“Bagi perangkat daerah yang tidak mengikuti lomba, ini menunjukkan bahwa perangkat daerah tersebut tidak berkontribusi terhadap peningkatan pencapaian indikator kinerja indeks inovasi daerah, serta tidak memiliki komitmen yang sama dalam pengembangan inovasi didaerah,” kata Wakil Bupati Mamuju Tengah dalam sambutanya pada kegiatan pengumuman lomba Inovasi Daerah yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Mateng, Senin (11/10/2021).

Selain itu kata Amin Jasa, menunjukkan ketidak patuhan terhadap kebijakan pemerintah daerah, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam peraturan Bupati bahwa setiap perangkat daerah wajib menciptakan satu inovasi pada setiap tahunnya.

“Kedapan, dalam melakukan promosi dalam jabatan, saya akan menjadikan inovasi sebagai alat ukur dan penilaian kinerja bagi kepala perangkat daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, ditemui usai pengumuman lomba inovasi daerah, Kepala Bappeda Mamuju Tengah yang juga Ketua Panitia lomba inovasi daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Ishaq Yunus menyampaikan, ada 5 OPD 2 Bagian dan satu kantor yang tidak ikut lomba inovasi daerah. Hal itu kata Ishaq Yunus, mungkin bisa disebabkan keterbatasan Sumber Daya Manusia dan personil.

“Yang tidak ikut dianggap tidak berkinerja, kalau levelnya berkinerja maksimal bukan berkinerja tinggi. Karena kalau mau berkinerja tinggi harus ada inovasi,” kata Ishaq Yunus.

Ishaq Yunus juga katakan, indek inovasi daerah itu adalah indikator kinerja utama kepala daerah dan wakil kepala daerah, itu sudah ditungkan dalam RPJMD. Untuk mencapai indikator inovasi daerah, maka harus dikontribusi oleh perangkat daerah.

“Bagi perangkat daerah yang tidak mengikuti lomba berarti dianggap tidak berkontribusi terhadap capaian tingkatan indeks inovasi daerah, sementara itu sudah menjadi target kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah,” jelasnya.

“Kedepan kita berharap seluruh perangkat daerah baik dinas, badan maupun kantor, itu harus mengikuti karena ini sudah kita turunkan menjadi Perbup yang salah satu muatanya bahwa setiap perangkat daerah minimal satu inovasi yang harus dilahirkan. Bahkan kedepan setiap ASN harus mampu menciptakan ide dan gagasan inovasi,” pungkasnya. (A-51/amr)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *