Rabu , Oktober 27 2021
Home / Advetorial / APBD Perubahan Kabupaten Mamuju Tengah Tahun 2021 Disahkan

APBD Perubahan Kabupaten Mamuju Tengah Tahun 2021 Disahkan

Mateng, 8enam.com.-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar rapat paripurna pengesahan APBD Perubahan Kabupaten Mamuju Tengah tahun 2021, Senin (11/10/2021).

Rapat tersebut di pimpin Wakil Ketua 1 DPRD Mateng, Herman di dampingi Fatahuddin Al Gafiqhi dan dihadiri oleh Wakil Bupati Mateng, H. Muh. Amin Jasa, Anggota DPRD, Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Mateng.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua 1 DPRD Mateng, Herman menyampaikan, secara sederhana perubahan APBD tahun 2021 dilakukan sebagai upaya menyesuaikan terhadap refocusing dan rencana keuanganya dengan pencapaian target out put dari kegiatan dan out come dari program yang telah dirancang.

Kemudian lanjutnya, adanya SILPA dan perubahan target pendapatan akibat kondisi dinamis yang berkembang sangat cepat sebagai dampak dari adanya wabah covid-19. Untuk itu, APBD perubahan tahun 2021 mempunyai nilai strategis yang ada pada situasi darurat dan beban yang cukup berat khususnya dalam pemulihan ekonomi, edukasi masyarakat dan pembudayaan penerapan protokol kesehatan sebagai pola kehidupan normal baru serta penerapan jaring pengaman sosial dalam rangka melanjutkan program pencegahan wabah covid-19, yang hingga kini kita masih bekerja keras untuk memutus mata rantai penyebaraanya.

“Kita berharap agar kualitas APBD perubahan tahun 2021 kiranya mampu memenuhi prinsip, transparansi, akuntabilitas, responsivitas, keadilan, efesien dan efektif terhadap sasaran target khususnya pemulihan dan pengendalian pertumbuhan ekonomi serta terjadinya efek perubahan sosial yang lebih sejahtera kepada masyarakat,” harapnya.

Sementara Wakil Bupati Mateng, H. Muh. Amin Jasa dalam sambutanya menyampaikan, sesuai hasil pembahasan yang telah dicapai bersama, dalam APBD perubahan tahun 2021 ini, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 633,92 milyar lebih atau naik sebesar 1,19 persen dari APBD pokok.

Secara terinci kata Wabup, penetapan target pendapatan daerah tersebut terdiri dari, PAD sebesar Rp 27,19 milyar lebih, mengalami penurunan sebesar 14,41 persen dari APBD pokok. Pendapatan transfer sebesar Rp 581,81 milyar lebih, mengalami kenaikan sebesar 0,98 persen dari APBD pokok. Dan lain-lain pendapatan yang sah ditetapkan sebesar Rp 24,91 milyar lebih, mengalami kenaikan sebesar 33,81 persen.

“Penetapan belanja daerah pada RAPBD perubahan tahun 2021 dianggarkan sebesar Rp 639,71 milyar lebih, mengalami kenaikan sebesar Rp 14,31 milyar atau 2,23 persen yang terdiri dari, belanja operasional sebesar Rp 400,60 milyar lebih atau naik sebesar 4,16 persen. Belanja modal sebesar Rp 144,01 milyar lebih atau turun sekitar 0,95 persen dan belanja tidak terduga sebesar Rp 3,80 milyar atau naik sebesar 26,67 persen,” urai Amin Jasa.

Lanjut disampaikan Wabup, mengenai pembiayaan daerah yang terdiri dari, penerimaan pembiayaan ditetapkan sebesar Rp 28,95 milyar lebih, mengalami peningkatan sebesar 21,63 persen. Pengeluaran pembiayaan ditetapkan sebesar Rp 23,16 milyar lebih yang direncanakan untuk pembayaran pokok utang kepada PT. SMI dan penyertaan modal pada Bank Sulselbar.

“Selaras dengan ditetapkannya Perda APBD perubahan tahun anggaran 2021 ini, saya berharap tim anggaran pemerintah daerah dan seluruh perangkat daerah serta unit kerja, untuk segera melakukan penyusunan dokumen pelaksanaan anggaran perubahan pada masing-masing OPD agar program dan kegiatan yang sudah tertuang dalam APBD perubahan tahun 2021 dapat dilaksanakan,” ungkapnya. (A-51)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *