Selasa , Oktober 27 2020
Home / Daerah / Sebagai Pengawal Lembaga Penyiaran, KPI dan KPID Harus Meningkatkan Kapasitasnya Untuk Memantau Lembaga Penyiaran

Sebagai Pengawal Lembaga Penyiaran, KPI dan KPID Harus Meningkatkan Kapasitasnya Untuk Memantau Lembaga Penyiaran

Majene, 8enam.com.-Akibat dari penyebaran wabah Pendemi Covid-19, hampir semua orang beraktifitas didalam rumah, intensitas untuk menonton dirumah sangat tinggi. Pada situasi ini peran orang tua sangat penting untuk mengawasi anak-anaknya dalam memilih dan memilah konten media TV yang harus dilihat dan ditinggalkan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Hj. St Suraidah Suhardi saat menjadi Narasumber dalam Literasi, yang digelar Bidang Kelembagaan KPID Sulbar di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene, Selasa (30/6/2020) kemarin.

Dikatakan sebagai pengawal lembaga penyiaran, KPI dan KPID harus meningkatkan kapasitasnya untuk memantau lembaga penyiaran, agar patuh terhadap ketentuan perundang-undangan dan menyampaikan konten-konten sehat dan menarik untuk disimak.

“KPID diharapkan tidak menyia-yiakan kesempatan untuk terus memberi sumbangsih kepada semua sektor, termasuk dengan pencerahan literasi media kepada masyarakat,” ujar Politisi Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut, Suraidah Suhardi menyebutkan, Televisi dan Radio adalah media yang tepat untuk menyampaikan aspirasi yang bersentuhan dengan rakyat, literasi media juga membangkitkan ekonomi kerakyatan kita.

“Gerakan sejuta pemirsa yang digaungkan KPID harus kita dorong untuk meluruskan kembali citra media kearah yang lebih baik, Saya mengapresiasi langkahnKPID Sulbar periode ini, karena baru 1 tahun menjabat sudah melahirkan ide-ide yang menyentuh masyarakat,” kata Suraidah.

Suraidah mengingatkan bahwa masyarakat jangan sekedar menonton, tapi notontonlah sesuai kebutuhan kita, agar menonton dapat memberi manfaat, bukam sebaliknya melahirkan kemudaratan.

Melihat perkembangan media saat ini, maka yang bisa dilakukan adalah counter program, karena media itu adalah business oriented, mana yg menguntungkan itulah yang dijual ke masyarakat.

“Disinilah perlunya literasi media, membangun budaya nonton yang sehat ditengah masyarakat,” pesan Suraidah.

Kegiatan yang dihadiri Pelaku Usaha LPB dan LPS, juga hadir Mahasiswa Program studi Komunikasi dan Penyiaran STAIN Majene. Selain Suraidah, pembicara dalam FGD Gerakan literasi media ini, antara lain Muliadi (Wakil Ketua I Bidang Akademik STAIN) dan Anugrahwati M Sila, Direktur LPPL Radio Mammis Pemda Majene. (Humas KPID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *