Mateng, 8enam.com.-Kabupaten Mamuju Tengah sebagai salah satu lumbung kelapa sawit terbesar di Sulawesi Barat tengah bersiap meluncurkan aturan dan arah kebijakan baru. Langkah ini dimatangkan melalui Focus Group Discussion (FGD) perumusan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) di Wisma Khaymoto, Mamuju Tengah, Senin (27/7/2026).
Kegiatan strategis ini tidak hanya mengumpulkan jajaran birokrasi, tetapi juga melibatkan akademisi dari LPPM Universitas Tadulako hingga raksasa industri perkebunan seperti PT Surya Raya Lestari II dan WKAK Tobadak.
Lantas, aturan main baru apa yang sedang digodok dan bagaimana dampaknya bagi kesejahteraan para petani sawit di lapangan?
Bakal Dituangkan dalam Peraturan Bupati (Perbup)
FGD yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mateng, Amrullah, ini bertujuan menyelaraskan seluruh program lintas sektor—mulai dari Bapperida, Dinas Lingkungan Hidup, DPMPTSP, KPH, hingga para penyuluh pertanian dan camat.
Hasil dari perumusan ini ditargetkan sah menjadi Peraturan Bupati (Perbup) Mamuju Tengah tentang RAD-KSB, yang akan menjadi road map (peta jalan) resmi tata kelola industri sawit daerah.
Fokus Utama: Mewujudkan perkebunan sawit yang produktif, ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan berdaya saing.
Target Petani: Menjamin peningkatan kesejahteraan para pekebun/petani swadaya melalui sinergi program penguatan hilirisasi.
Misi Gubernur SDK: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
Mewakili Kepala Dinas Perkebunan Sulbar Muh. Faizal Thamrin, Kabid Hilirisasi Hasil Perkebunan Disbun Sulbar, Agustina Palimbong, menegaskan bahwa penyusunan RAD-KSB ini merupakan fondasi penting agar kelapa sawit tidak sekadar dipetik hasilnya, tetapi juga dikelola secara ramah lingkungan.
Dalam keterangannya secara terpisah, Kepala Disbun Sulbar, Muh. Faizal Thamrin, menyebutkan bahwa kolaborasi ini berjalan beriringan dengan visi misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK).
”RAD-KSB menjadi instrumen untuk memperkuat sinergi antarperangkat daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Kita ingin mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang produktif, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun. Ini sejalan dengan misi Gubernur Suhardi Duka dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif,” tegas Faizal.
Dengan hadirnya peta jalan baru ini, industri sawit di Mamuju Tengah diharapkan tak hanya menjadi penopang utama Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi juga mampu menjawab tantangan pasar global terkait isu keberlanjutan dan kelestarian lingkungan!
Editor : Ammar







