Mamuju, 8enam.com.-Langkah nyata mewujudkan Misi Panca Daya Gubernur Suhardi Duka (SDK) dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan adaptif teknologi terus diakselerasi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi meluncurkan program Scam Ready ASEAN, Selasa (20/10/2026).
Program strategis hasil kolaborasi Pemprov Sulbar bersama Kaizen Collaborative Impact (Yayasan Cipta Manusia Indonesia) yang didukung ASEAN Foundation dan Google.org ini diluncurkan secara daring. Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Kepala Disdikbud Sulbar, Muhammad Nehru Sagena.
Peluncuran ini turut dirangkaikan dengan penyerahan beasiswa pendidikan secara simbolis kepada perwakilan Anak Tidak Sekolah (ATS) binaan Pemprov Sulbar di Ruang Kerja Gubernur.
Kombinasi Cerdas: AI Ready & Scam Ready untuk 70 SMA/SMK
Kepala Disdikbud Sulbar, Muhammad Nehru Sagena, menjelaskan bahwa program Scam Ready ASEAN merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026 lalu. Pelatihan dan kelas pembelajaran Scam Ready ASEAN dijadwalkan mulai bergulir efektif pada November 2026 mendatang.
”Dua program ini memiliki fokus yang saling melengkapi. Jika AI Ready ASEAN memperkuat kecakapan dan kesiapan guru serta siswa dalam memanfaatkan kecerdasan buatan, maka Scam Ready ASEAN hadir membentengi mereka dari ancaman penipuan digital (online scams), kejahatan siber, dan kebocoran data di ruang daring,” terang Nehru, Kamis (22/10/2026).
Pada momen peluncuran tersebut, Gubernur Suhardi Duka juga menerima Piagam Penghargaan Khusus atas komitmen penuh Pemprov Sulbar mengawal kesuksesan AI Ready ASEAN.
Berdasarkan data piagam bertanggal 20 Oktober 2026, capaian program AI Ready ASEAN di Sulbar berhasil mencatatkan rekor impresif:
- 70 Satuan Pendidikan (SMA dan SMK se-Sulawesi Barat)
- 26.134 Total Penerima Manfaat
- 2.839 Guru dan 23.295 Siswa
Tekan Angka ATS Melalui Beasiswa Pendidikan
Di samping membentengi generasi muda di ruang siber, Pemprov Sulbar terus menggenjot pemenuhan hak pendidikan dasar bagi anak-anak terisolasi maupun yang sempat putus sekolah melalui program bantuan beasiswa. Penyerahan beasiswa bagi ATS binaan ini menjadi bagian integral dari skema intervensi terpadu Pastipadu untuk mengembalikan anak ke bangku sekolah.
”Sinergi Pemprov Sulbar bersama ASEAN Foundation, Google.org, dan mitra global ini adalah komitmen kita melahirkan SDM Sulbar yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga berkarakter, bijak di ruang digital, serta memiliki kesempatan belajar yang setara,” kunci Nehru.
Editor : Ammar







