Kamis , Juli 16 2020
Home / Daerah / Polresta Mamuju Buru Pelaku Penyebar Hoax, Puluhan Polisi Terdampak Covid-19

Polresta Mamuju Buru Pelaku Penyebar Hoax, Puluhan Polisi Terdampak Covid-19

Mamuju, 8enam.com.-Info yang beredar di sejumlah WhatsApps Group (WAG) yang meresahkan masyarakat, bahwa sebanyak 31 orang personel Polresta Mamuju telah terpapar Covid-19 dibantah Polresta Mamuju.

Tidak sedikit warga yang menanyakan kebenaran info itu. Apalagi pengirim info itu  meyakinkan sudah melakukan konfirmasi langsung melalui telepon pada oknum polisi Pasien Dalam Pantauan (PDP) yang berada di ruang isolasi RS Regional Mamuju.

“Harap jaga keluarga & sanak saudara dari papara virus tersebut. Terutama org2 yg pernah berhubungan dgn 31 org tsb baik dari istri2n nya, teman2 nya & tetangganya. Tks,” tulis isi WA tersebut.

Menanggappi informasi tersebut, Kapolresta Mamuju Kombespol Minarto menegaskan, informasi itu hoax, ini sangat meresahkan masyarakat dimamuju. Olehnya itu, pihaknya sudah perintahkan unit reskrim untuk mengejar pelaku penyebar hoax tersebut.

“Itu hoax. Tidak benar sebanyak itu anggota yang terpapar Covid-19. Yang ada hanya Bripka Muh. Hasbi saja dan itu dibuktikan melalui hasil rapidtest. Kami juga masih menunggu pengumuman resmi hasil swabtest dari pihak rumah sakit Unhas Makassar, sedang satu orang rekan jaganya, Bripka Afrisal sedang disolasi dirumah sakit regional Provinsi Sulbar, sembari menunggu hasil swab 4-5 hari kedepan,” kata Kapolres, Senin (25/5/2020).

“Perkembangan Covid-19 yang resmi sebenarnya sudah ada. Yaitu dari Tim Gugus Covid-19 Sulbar. Datanya jelas, resmi dan sangat bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Kapolresta Mamuju tegaskan, pihaknya akan mengejar pelaku penyebar hoax. Sebab sudah meresahkan dan membuat maupun menyebarkan berita tidak benar. Juga merusak institusi polri, ada perbuatan tentu harus bisa dipertanggung jawabkan. “Kita tunggu hasilnya nanti, semoga bisa segera diamankan,” tutup Kapooresta Mamuju.

Dia pun menghimbau agar masyarakat tidak terhasut dengan info-info tidak benar yang tersebar di media sosial. Analisa setiap berita yang beredar ditengah masyarakat, lalu saring terlebih dahulu, lihat manfaatnya bila baik silahkan diteruskan, bila buruk cukup konsumsi pribadi atau lansung didelete saja. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *