Kamis , Juli 29 2021
Home / Daerah / PMII Cabang Mamuju Gelar Dialog Publik Bertajuk, Pencegahan Dan Pemberantasan Korupsi Dalam Rangka Bela Negara

PMII Cabang Mamuju Gelar Dialog Publik Bertajuk, Pencegahan Dan Pemberantasan Korupsi Dalam Rangka Bela Negara

Mamuju, 8enam.com.-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju, menggelar Dialog yang bertajuk Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dalam rangka bela negara, di Warkop Satu-satu Jalan Patalunru Mamuju, Sabtu (22/12/2018) malam.

Dialog publik yang mengambik tema “Berantas Korupsi, Selamatkan Bangsa” ini menghadirkan narasumber diantaranya, Kepala Sub Bagian Keuangan BPKP Sulbar Harri Mustari, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulbar, AKBP H. Musa dan Kasubag Pembinaan Kejari Mamuju, Nur Alim Rachim.

Ketua PMII Cabang Mamuju, Muh Rusdi Nurhadi dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini lahir dari ide dan pemikiran intelektual, setelah melihat sekelemuit persoalan bangsa dan Daerah, khususnya yang berkaitan dengan persoalan Korupsi.

“Ini harus jadi perhatian kita semua. Banyak kalangan pejabat yang sudah terjerat kasus pidana korupsi baik di kancah nasional maupun di daerah kita tercinta. Pertanyaannya apakah korupsi ini disengaja oleh oknum yang dari awalnya bermental korup ataukah sistem regulasi yang bisa menjerat siapapun. Maka dari itu dialog ini di gelar, berkaitan dengan pemberian pemahaman pencegahan dan pemberantasan korupsi,” kata Rusdi.

Menurutnya, korupsi merupakan kejahatan luar biasa, sangat berbahaya untuk kondisi bangsa. Sehingga, generasi harus belajar dan memahami dengan baik terkait upaya pencegahan dan pemberantasan prilaku amoral tersebut.

“Kegiatan ini kita harapkan agar para narasumber dapat memberi kami pemahaman tentang persepsi persoalan penegakan hukum dan agar kami tak salah dalam melihat setiap proses hukum kasus korupsi ini,” jelasnya.

Saat sesi tanya jawab dalam dialog tersebut, sebanyak 10 mahasiswa dan perwakilan OKP serta LSM mendapat kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pendapat. Rata-rata mereka menyorot kinerja aparat penegak hukum terhadap sejumlah kasus korupsi yang mengendap dan tidak mendapatkan hasil.

Misalnya seperti kelanjutan kasus pasar Campalgian, Kasus PT ISCO dan Kepala Desa di Polman, lalu kasus Alat Peraga Kampanye (APK) di KPU Sulbar, kasus utang piutang di Pemkab Mamuju dan sejumlah kasus lainnya.

“Yang pasti, dari Mamuju mari kita komitmen memberantas korupsi, kita mengawasi jalannya pembangunan. Dan sebagai generasi, ini pembelajaran luar biasa agar kita ke depan bisa menjadi generasi yang komitmen menjauhi prilaku korup,” ujar Rusdi. (Asr/edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *