Mamuju, 8enam.com.-Istilah “londo ireng” yang sempat dilemparkan Presiden Prabowo Subianto mendadak memantik perdebatan hangat di ruang digital. Banyak pihak berspekulasi dan mengaitkan kiasan politik tersebut dengan profesi atau kelompok tertentu.
Merespons polemik yang meluas, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akhirnya turun tangan memberikan klarifikasi resmi pada Selasa (28/7/2026).
Lantas, apa sebenarnya makna tersembunyi di balik kiasan tersebut dan mengapa publik diminta tidak salah kaprah?
Komdigi Luruskan Makna Utuh Pesan Presiden
Dirjen Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, meluruskan bahwa kiasan “londo ireng” sama sekali bukan bentuk tudingan terhadap profesi, media, maupun kelompok tertentu.
Pernyataan tersebut murni merupakan peringatan keras agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi pesimisme yang sengaja dihembuskan pihak tertentu.
”Pernyataan tersebut merupakan peringatan agar bangsa ini tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi pesimisme seolah Indonesia tidak memiliki masa depan,” tegas pihak Komdigi.
DiskominfoSS Sulbar Pasang Badan Jaga Ruang Digital
Menindaklanjuti arahan pusat, Kepala Dinas KominfoSS Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menegaskan kesiapan Pemprov Sulbar dalam memperkuat edukasi publik dan literasi digital.
Langkah cepat ini juga merupakan instruksi langsung dari Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), agar pemerintah hadir meredam polemik dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Ridwan menyoroti betapa cepatnya arus informasi liar di media sosial yang berpotensi memicu disinformasi jika tidak dicerna secara bijak.
Pentingnya Literasi: Masyarakat diminta lebih kritis, teliti, dan saring sebelum sharing.
Sinergi Media: Mengajak pers dan instansi vertikal menjadi mitra strategis dalam meluruskan disinformasi.
”Saya mengajak seluruh pihak, baik pemprov, pemkab, instansi vertikal, termasuk pers sebagai mitra strategis, untuk bersinergi menjaga ruang publik tetap sehat, kondusif, serta terhindar dari disinformasi,” ujar Ridwan, Selasa (28/7/2026).
Diskusi Sehat Tanpa Provokasi
Pemprov Sulbar berharap publik tidak dengan mudah menelan potongan video atau narasi yang dipelintir di media sosial. Dengan pemahaman yang utuh dan literasi digital yang tinggi, diskusi di ruang publik diharapkan tetap sehat tanpa mengikis optimisme nasional demi kemajuan daerah dan bangsa.
Editor : Ammar







