Example 300250
DaerahMamuju

Perang Melawan Stunting di Sulbar : BPKAD Pastikan Anggaran Daerah Bebas Silpa dan Tepat Sasaran!

×

Perang Melawan Stunting di Sulbar : BPKAD Pastikan Anggaran Daerah Bebas Silpa dan Tepat Sasaran!

Sebarkan artikel ini

Mamuju, 8enam.com.-Upaya penanganan tengkes (stunting) di Sulawesi Barat tidak lagi hanya sekadar urusan dinas kesehatan. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulbar kini pasang badan untuk memastikan dana alokasi penurunan stunting dikelola secara akuntabel, transparan, dan tanpa hambatan birokrasi.

​Langkah ini menyusul digelarnya Rapat Koordinasi Evaluasi Pencegahan dan Penurunan Stunting sekaligus Evaluasi Aksi Konvergensi Semester I Tahun 2026 di Ruang Rapat Bapperida Sulbar, Senin (27/7/2026). Rapat strategis ini digelar sebagai tindak lanjut atas hasil evaluasi tajam dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulbar.

​Lantas, bagaimana strategi BPKAD mengawal “uang rakyat” agar benar-benar sampai ke piring dan gizi anak-anak di Sulbar?

​Kawal Penganggaran Berbasis Kinerja

​Sekretaris BPKAD Sulbar, Faika Kadriana Ishak, hadir langsung mewakili jajarannya untuk menyelaraskan data penganggaran bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sulawesi Barat.

​Langkah ini sejalan dengan visi-misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel demi menghadirkan pelayanan dasar berkualitas bagi masyarakat.

​”Pencegahan dan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, BPKAD terus memastikan dukungan penganggaran dapat berjalan secara optimal sehingga program prioritas dapat terlaksana secara efektif,” tegas Faika.

​Evaluasi Semester I: Singkirkan Program “Garam Tanpa Garam”

​Dalam rakor evaluasi tersebut, BPKAD bersama BPKP dan OPD terkait menyisir seluruh alokasi dana program aksi konvergensi Semester I Tahun 2026.

​Fokus utamanya adalah memastikan:

Ketepatan Sasaran: Anggaran benar-benar menyasar keluarga berisiko stunting, bukan habis di pos-pos formalitas.

Integrasi Program: Sinergi penganggaran antardinas agar tidak ada program yang tumpang tindih atau berjalan sendiri-sendiri.

Akuntabilitas: Penggunaan anggaran yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun teknis di lapangan.

​Melalui pengawalan ketat dari pintu keuangan daerah ini, Pemprov Sulbar optimistis target mencetak generasi muda Sulawesi Barat yang sehat, cerdas, dan bebas stunting dapat terwujud lebih cepat.

Editor : Ammar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *