Selasa , Februari 25 2020
Home / Daerah / Merumuskan Kebijakan Pemda Tahun 2021 Dalam Forum Konsultasi Publik Penyusunan RKPD Mamuju Tengah

Merumuskan Kebijakan Pemda Tahun 2021 Dalam Forum Konsultasi Publik Penyusunan RKPD Mamuju Tengah

Mateng, 8enam.com.-Berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Mamuju Tengah, Sekkab Mateng, H. Askary membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik dalam rangka Rancangan Awal Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mamuju Tengah tahun 2021, Rabu (12/2/2020).

Hadiri dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua II DPRD Mateng, Yulius Sanusi, Kepala Bappeda, Ishaq Yunus, Anggota DPRD Mateng, Para Asisten Setda Mateng, Para Staf Ahli Bupati Mateng, Para Kepala OPD Lingkup Pemkab Mateng, Pabung Kodim 1418 Mamuju, Wakapolres Mateng, Serta Tamu Undangan Lainnya,

Pada kesempatan tersebut, Askary menyampaikan, Kegiatan ini adalah sebuah proses perencanaan dalam rangka merumuskan kebijakan pemerintah daerah di tahun 2021.

Askary menyebut, arah kebijakan pemerintah di tahun2021 dimaksudkan dapat menjawab permasalahan-permasalahan maupun issu-issu yang strategis, yang ada di pemerintahan Kabupaten Mamuju Tengah sebagai konsekuensi dari pada layanan pemerintahan.

“Tentu ditengah-tengah pemerintahan kita yang masih sangat muda, masih banyak sekali permasalahan dan issu strategis yang belum tuntas dan belum terjawab secara maksimal, ini kita lakukan secara bertahap, ini kita lakukan dengan mempertimbangkan kemampuan dan kekuatan baik itu anggaran dan non anggaran dalam rangka menjawab issu strategis daerah kita yang kita cintai ini,” terang Askary.

“Kita sadar bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang belum tuntas dilakukan oleh pemerintah, pemenuhan ketersedian air bersih misalnya itu masih off the track, masih memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh, aksebilitas jalan yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan maupun pusat-pusat produksi masih membutuhkan perhatian yang besar,” sambung Askary.

Rasio elektrifikasi terhadap energi listrik ada di pemerintahan Kabupaten Mamuju Tengah itu kata Askary, juga masih sangat rendah, sehingga pekerjaan pemerintahan dan masyarakat masih perlu dipikirkan secara bersama-sama.

“Kita rumuskan kebijakan secara bersama-sama, yang bersinergi dan berkolaborasi dengan mengikutkan semua stakeholder yang ada. Untuk itu tahapan forum komunikasi publik ini adalah sebuah kegiatan yang menurut saya adalah kegiatan yang sangat kita butuhkan dalam rangka menyamakan persepsi, menyatukan visi kita dalam rangka menjawab tantangan dan harapan masyarakat kita yang cintai,” pungkasnya. (Ysn/one)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *