Jumat , Februari 28 2020
Home / Daerah / Memperihatinkan…!! Begini Kondisi Gasebo Di Wisata Kali Mamuju

Memperihatinkan…!! Begini Kondisi Gasebo Di Wisata Kali Mamuju

Nampak kondisi bangunan gasebo mulai reot dan tak terurus. Foto Indra

Mamuju, 8enam.com.-Wisata Kali Mamuju atau yang di kenal dengan nama “Soddo”, merupakan salah satu wisata alternatif bagi sebagian masyarakat kota Mamuju untuk menikmati libur akhir pekan bersama keluarga, kerabat maupun bersama teman.

Melihat wisata Kali Mamuju merupakam salah satu objek wisata yang ramai di kunjungi oleh wisata lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Mamuju terus melakukan pembenahan fasilitas di kawasan wisata tersebut dengan membangun 9 unit Gasebo.

Dari pantauan media online 8enam.com, Minggu (17/9/2017), kondisi Gasebo yang berada di kawasan wisata tersebut sangat memperihatinkan. Pasalnya, setelah di bangun beberapa tahun yang lalu, tidak ada pemeliharaan oleh Dinas terkait. Sehingga kondisi Gasebo tersebut mulai reot dan di penuhi rumput liar.

Tak hanya itu, jembatan gantung yang biasa di tempati foto selvi oleh pengunjung kondisinya juga sangat memperihatinkan. Lantai jembatan gantung tersebut sudah lampuk, bahkan ada sebagian lantainya di ganti dengan batang bambu.

“Kalau kita lihat kondisi Gasebo dan jembatan gantung, ya sungguh sangat memperihatinkan sekali. Karena kondisinya sudah reot dan banyak di tymbuhi rumput luar,” ujar Wahyu salah seorang pengunjung.

Kondisi jembatan gantung yang sudah lapuk. Foto Indra

Menurutnya, kalau pengelolaan wisata itu hanya setengah-setengah, lebih baik jangan. Karena apa gunanya membangun fasilitas di lokasi wisata kalau tidak di rawat dan di perhatikan. Itu sama saja menghamburkan uang negara.

“Intinya kalau tidak sanggup untuk merawat, jangan membangun. Apalagi menggunakan uang negara,” tegasnya.

Hal yang sama diungkapkan sala satu warga Soddo, Yuli, Ia menyebut bahwa keberadaan jembatan gantung ini bisa saja menelan korban jika terus diabaikan.

“Ini jembatan gantung tidak lama makan korban karna lantainya cuman bambu kering, Kalau kita menyebrang harus serbah hati-hati karna bambu dan papanya sudah rapuh,” kata yuli.

“Kalau laki-laki selalu lewat jembatan ini tapi kalau ibu-ibu kebanyakan memilih lewat dibawa karna takut,” Tambahnya. (sir/Ra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *