Selasa , Desember 7 2021
Home / Daerah / Membangun Desa Itu Diperlukan Keseriusan Dari Para Kepala Desa Dan Semua Stakeholder Yang Ada Di Desa

Membangun Desa Itu Diperlukan Keseriusan Dari Para Kepala Desa Dan Semua Stakeholder Yang Ada Di Desa

Mateng, 8enam.com.-Kecamatan Karossa menjadi kecamatan kedua setelah Kecamatan Budong-budong menggelar Musrenbang tingkat kecamatan.

Musrenbang yang dipusatkan di Kantor Camat Karossa, Rabu (4/3/2020) tersebut dihadiri oleh Plt. Asisten Bidang Pemerintahan, Anwar Nasir, (dalam hal ini mewakili Bupati Mateng), Ketua DPRD Mateng, H. Arsal Aras dan sejumlah Anggota DPRD Mateng, Para Asisten Setda Mateng, Ka. OPD Lingkup Pemkab Mateng, Camat Karossa, Kapolsek Karossa, Dangki Brimob Karossa, Ka. Desa dan BPD Se Kec. Karossa,

Pada kesempatan tersebut, Arsal Aras memyampaikan, sebagai mitra pemerintah daerah tentu pihaknya akan mengingatkan pemerintah bahkan sampai kepada desa, bahwa untuk membangun desa itu diperlukan keseriusan dari para kepala desa dan semua stakeholder yang ada didesa, berapapun dana yang dikasih untuk kepentingan desa itu pasti akan habis karena kepentingan desa itu cukup banyak.

Olehnya itu kata Arsal, jika perencanaan pembangunannya itu bagus, yakinlah pembangunannya pasti bagus, jika perencanaan itu asal-asalan, maka hasilnyapun akan asal-asalan juga.

“Perencanaan ini kita mulai dari desa, jika Musrenbang desa mampu menghadirkan semua stakeholder untuk memberikan informasi, maka saya yakin ini bagus, tetapi jika Musrenbangnya terlalu politis dari 10 dusun hanya 3 dusun yang diundang maka ini tidak ada harapan, karna yakin saja bahwa usulan-usulan itu tidak akan konflite masuk ketika kita tidak membuka ruang kepada semua teman-teman yang ada didesa,” ujar Arsal.

Arsal juga menyebut, keterlibatan masyarakat penting dalam proses pengawasan, jika publik tidak terlibat kekawatiran kita didesa tersebut apa yang dikerjakan tahun ini itu lagi yang dikerjakan tahun depan, begitu seterusnya. Jika itu terjadi maka yang terjadi pembagunan tidak kelihatan yang diinginkan pak Jokowi pembangunan dari desa.

Tolak ukur kinerja itu kata Arsal, bukan hanya menghabiskan uang, tetapi salah satu tolak ukur kinerja adalah bagaimana tugas yang dibebankan kepada kita termasuk pajak mampu kita wujudkan. Namun yang menjadi pertanyaan adalah Kenapa pajak tidak bisa dibayar.

“Pajak itu untuk kepentingan pembangunan didaerah kita, kalau kita hanya ingin membelanjakan bisa, tapi tidak bisa mencapai saya kira kinerja itu tidak cukup baik, dan ini harus dievaluasi oleh dinas terkait termasuk juga OPD yang ada,” kata Arsal.

Lebih lanjut Arsal katakan, jika ingin belanja dari tahun ke tahun itu-itu saja, itu namanya tidak ada inovasi, untuk itu diharapkan didesa itu dapat membuat sesuatu yang bisa mendapatkan penghasilan, karna inovasi itu sangat penting.

“Maka dari itu kami harus dorong teman-teman di desa untuk berinovasi supaya efektivitas dana yang diberikan itu bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (RK/wan)

Rubrik Ini Dipersembahkan Oleh Humas DPRD Kabupaten Mamuju Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *