Minggu , Desember 5 2021
Home / Daerah / Membangun Daerah Dituntut Untuk Membuat Suatu Inovasi Layanan Publik

Membangun Daerah Dituntut Untuk Membuat Suatu Inovasi Layanan Publik

Mateng, 8enam.com.-Dalam pembangunan sebuah daerah, dituntut untuk bagaimana membuat suatu inovasi-inovasi terkait dengan layanan publik. Tapi tidak hanya pada pelayanan publik saja.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Tengah, H. Arsal Aras pada kegiatan penguatan inovasi daerah dalam peningkatan pelayanan publik dan pengembangan potensi daerah yang digelar oleh Bappeda Kabupaten Mateng di Aula Kantor Bupati Mateng, Senin (28/10/2019).

“Di desa hari ini kita juga tidak boleh monoton dalam proses pembangunan maupun pelayanan publik, disisi lain kita setiap tahunnya menganggarkan sesuatu hal yang sama, tahun ini kita anggarkan, tahun depan kita anggarkan, tahun berikutnya kita anggarkan itu sama halnya dengan kegiatan-kegiatan monoton yang kita lakukan,” ujar Arsal.

Tetapi kata Arsal, bagaimana menciptakan inovasi sehingga selain daerah, desa-desa juga mempunyai penghasilan ketika berbicara disektor pendapatan.

“Disektor pelayanan publik, bagaimana kita menciptakan inovasi sehingga kita dapat berhubungan baik dengan masyarakat yang kita pimpin, begitupun ketika kita menciptakan inovasi pendapatan daerah,” bebernya.

Sekarang ini lanjut Arsal, kita dituntut bagaimana memberikan pendapatan kontribusi kepada daerah kemudian desa, tapi kita kadang hanya mampu menghabiskan belanja tapi tidak punya inovasi. Bagaimana melakukan pendapatan.

“Saya belum mendengar ada salah satu desa yang ada di Mamuju Tengah ini mendapatkan pendapatan desa yang luar biasa, tapi kalau di Jawa kita sudah mendengar membuat terobosan-terobosan baru yang dapat mendapatkan pendapatan yang luar biasa. Kenapa? Karna mereka berani menganggarkan dia punya belanja desa kesektor-sektor yang bisa mendapatkan pendapatan,” ungkapnya.

“Kalau di Mamuju Tengah, Desa Topoyo kita sudah anggap luar biasa inovasinya, masyarakat boleh datang membawa sampah plastik untuk bayar PBB,” tutupnya. (Ach/wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *