Mateng, 8enam.com.-Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menegaskan komitmennya dalam menuntaskan masalah Anak Tidak Sekolah (ATS). Hal ini terungkap saat Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, mengikuti peluncuran Gerakan Kembali Bersekolah secara virtual bersama Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dan Dirjen Kemendikdasmen, Sabtu (02/05/2026).
Dalam momentum yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional tersebut, Kabupaten Mamuju Tengah mencatatkan progres signifikan dengan mengembalikan ratusan anak ke jenjang pendidikan formal maupun non-formal.
Ratusan Siswa Kembali Bersekolah
Bupati Arsal Aras memaparkan bahwa untuk tahun ini, tercatat sebanyak 271 siswa tingkat SD dan SMP di Mamuju Tengah telah berhasil dikembalikan ke sekolah. Sementara itu, untuk tingkat SMA yang menjadi kewenangan provinsi, terdapat 27 siswa asal Mateng yang juga telah kembali mengenal bangku kelas.
”Tahun kemarin kami sudah lakukan, dan tahun ini merupakan tahapan kedua kami melakukan pengembalian anak putus sekolah. Target kita jelas, paling tidak semua anak di Mamuju Tengah tamat SMA,” tegas Arsal Aras saat ditemui di Aula Kantor Bupati Mateng.
Mengenal Inovasi “Taki Sola”
Keberhasilan ini tidak lepas dari inovasi yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah sejak tahun 2025 yang diberi nama Taki Sola.
Kepala Dinas Pendidikan Mateng, Marhuding, menjelaskan bahwa Taki Sola merupakan gerakan masif yang melibatkan berbagai pihak untuk mendeteksi, merangkul, dan memfasilitasi anak-anak yang putus sekolah agar mau kembali belajar.
”Inovasi Taki Sola adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Kami menjemput bola dan memastikan hambatan-hambatan yang membuat mereka berhenti sekolah dapat dicarikan solusinya,” ungkap Marhuding.
Visi SDM Unggul
Gerakan ini selaras dengan visi Bupati Arsal Aras dalam membangun sumber daya manusia yang kompetitif di “Bumi Manakarra Kayu”. Menurut Arsal, pendidikan adalah hak dasar yang harus terpenuhi tanpa terkecuali.
Dengan keberlanjutan inovasi Taki Sola, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah optimis angka putus sekolah dapat ditekan hingga titik nol. Langkah ini menjadi fondasi penting bagi daerah dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui pemerataan akses pendidikan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Editor: Ammar






