Jumat , Juni 21 2024
Home / Advetorial / Kembangkan Pisang Cavendish di Sulbar, PT CAP Tegaskan Tidak Menggunakan APBD

Kembangkan Pisang Cavendish di Sulbar, PT CAP Tegaskan Tidak Menggunakan APBD

Mamuju, 8enam.com.-Kembangkan komoditi pisang cavendish, Komisaris Utama (Komut) PT Citra Agri Pratama (CAP), Chandra menegaskan pada program ini perusahaannya sama sekali tak menggunakan dana APBD dalam memajukan kesejahtraan petani yang akan menanam pisang.

Hal itu disampaikannya usai menandatangani MoU dengan Pempriv Sulbar, Sabtu (8/6/2024).

Ini tentu menjadi kabar baik bagi petani yang ada di Sulbar, sebab selain tidak akan menggunakan APBD, PT CAP akan melakukan pendampingan bagi petani pisang cavendish di Sulbar hingga jenis pisang makanan internasional tersebut terjual hingga ke mancanegara.

Setidaknya hal ini dapat menjawab keraguan warga Sulbar terjadap komuditas pisang cavendish.

Dihadapan OPD Pemprov Sulbar, anggota DPRD Sulbar, DPRD se kabupaten Sulbar, Kepala Perwakilan BI, Kepala BPS serta pimpinan perbankan, Komisaris Utama PT CAP, Chandra menceritakan bagaimana dia bisa masuk ke Sulbar.

“Saya tidak pernah bersentuhan dengan APBD” tegas Chandra saat pertamakali menyampaikan sambutannya usai MoU dengan Pj Bahtiar.

Maksudnya jelas Chandra bahwa dirinya masuk ke Sulbar melakukan “investasi” kepada petani semata mata karena terus diajak oleh Pj Bahtiar.

“Hampir setiap hari, setiap malam saya digoda oleh beliau. Sambil mengirimkan foto foto tentang Mamuju, pantainya, makanannya dan seluruhnya. Pokoknya seluruh hal hal yang enak beliau kirim ke saya,” cerita Chandra disambut aplaus oleh undangan.

Setelah diyakinkan oleh Pj Bahtiar maka dirinya pun bersama timnya datang ke Sulbar dan melakukan MoU dengan Pemprov Sulbar. Pada program ini perusahaannya sama sekali tak menggunakan dana APBD dalam memajukan kesejahtraan petani yang akan menanam pisang.

“Kita akan menyiapkan 2 juta bibit, makanya lebih dari itu kita siapkan. Bibitnya ada dari Lampung, Filiphina, dan ada juga sisa pembibitan di Sulsel,” ucap Chandra.

Tim PT CAP akan terus berada di Sulawesi Barat untuk melakukan pendampingan terhadap petani. Hal ini mereka lakukan sebab jenis tanaman yang petani akan tanam bukan lah jenis pisang biasa.Pendampingan dimulai penanaman, perawatan, panen hingga pasaran akan diajari oleh tim PT CAP.

“Jangan khawatir akan didampingi tim kami selama mengikuti SOPnya inshaAllah berhasil,” tandasnya.

Usai penandatanganan, Komisaris Utama PT CAP Chandra bersama tim mendampingi Pj Bahtiar melakukan penanaman pohon cavendish di Desa Banuada Bonehau dan Desa Beru-beru Kabupaten Mamuju.

“Hadir langsung bersama kita komisaris PT CAP bersama tim untuk mendampingi para petani dalam pengembangan pisang cavendish,” kata Pj Bahtiar, Sabtu 8 Juni 2024.

“Kehadirannya akan menguntungkan dunia pertanian Sulbar. Ini peluang harus dijemput,” tambahnya.

Termasuk lanjut Pj Bahtiar, PT CAP akan mencari formulasi bagaimana supaya pisang kepo’ yang selama ini menjadi primadona petani Sulbar dapat dikelolah secara profesional dan menguntungkan bagi petani dan provinsi Sulbar.

Makanya Bahtiar bilang kepada petani bahwa silahkan melanjutkan komoditas pisang biasa, sebab akan dipikirkan supaya pisang asal Sulbar langsung ekspor ke luar negeri tanpa melalui Kalimantan Timur dan Surabaya.

Seperti diketahui, pisang cavendish merupakan primadona baru bagi petani Sulbar sebagai komoditi tambahan. Dimana banyak peminatnya dari luar negeri. Bahkan, sering didapatkan di alfamart maupun indomaret, sehingga akan meningkatkan perekonomian petani Sulbar kedepannya.

Sementara itu sejumlah petani Sulbar semakin yakin atas program pisang cavendish ini begitu mengetahui kehadiran PT CAP di Sulbar yang akan mendampingi mereka. Apalagi telah di back up oleh Pemprov Sulbar.

“Kita ikuti program pemerintah Pemprov Sulbar. Apalagi ada perusahaan yang mendampingi mulai penanaman, bibit sampai pembelian. Semoga bisa menambah perekonomian kami,” ungkap Rahmadani, petani asal Desa Beru Beru.

Sama halnya dengan ketua Kelompok Tani di Kecamatan Bone Hau, Alperos saat berdialog dengan PT CAP di lokasi, dirinya bersama petani Banuada sangat antusias menyambut kehadiran PT CAP sebab mereka telah melihat bagaimana tim PT CAP melakukan survey lokasi.

“Masyarakat sangat senang dengan adanya program ini. Mengingat ini baru pertamakali apalagi telah didampingi oleh perusahaan. Semoga lewat pisang cavendish ini dapat menambah penghasilan petani,” kata Alperos. (Rls/adv)

Check Also

Dorong Terwujudnya Ekonomi Inklusif, Bahtiar Bentuk TPAKD Hingga Level Kecamatan

Mamuju, 8enam.com.-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *