Senin , Juni 21 2021
Home / Daerah / Jika Terpilih, Ini Yang Akan Dilakukan Oleh Umar H

Jika Terpilih, Ini Yang Akan Dilakukan Oleh Umar H

Mateng, 8enam.com.-Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan di gelar 27 November 2017, Calon Kepala Desa (Cakades) terus mencari simpati masyarakat dengan menyampaikan program strategis ketika di berikan amanah untuk menjadi Kepala Desa (Kades).

Seperti yang di lakukan oleh Cakades Desa Salulebo’ Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Umar H. Dengan di kawal ratusan pendukungnya, Dua hari jelang pemilihan, Umar H melakukan pawai keliling Desa Salulebo’. Usai pawai keliling desa, Umar H menyampaikan apa yang menjadi programnya ketika terpilih nanti.

Dihadapan ratusan pendukungnya, Umar H mengajak untuk mensukseskan Pilkades serentak tahun 2017 yang pertama kali di laksanakan di Kabupaten Mateng, dengan menggunakan hak pilihnya. Karena dengan menggunakan hak pilih berarti ikut berpartisifasi mensukseskan pelaksanaan Pilkades serentak.

Kepada media 8enam.com, Sabtu (25/11/2017) Umar katakan, jika dirinya di percaya dan di beri amanah untuk menjadi Kades Desa Salulebo’ enam tahun kedepan, yang menjadi prioritas pertama adalah menindaklanjuti permohonannya yang pernah diajukan ke Pemda Mateng terkait percepatan perbaikan jalan penghubunga desa, Antara Desa Salulebo’ dengan Desa Tabolang.

Program kedua lanjutnya, masalah pelepasan areal, pihaknya akan mengajukan proposal yang di tujukan ke Bupati, bagaimana HPT itu bisa menjadi HPL. Karena dari kurang lebih 10 ribu hektar lahan, baru sekitar 1000 hektar yang di bebaskan. Ada 6 dusun yang belum lepas, sementara di sana sudah ada pemukiman warga, sekolah dan pustu.

“Adapun yang lain-lain yang sifatnya sudah pernah saya laksanakan dipriode pertama saya jadi Kades, akan kita tingkatkan, yang kurang kita akan perbaiki. Dalam melaksanakan itu tentu saya akan berrembug dengan masyarakat agar dalam pengambikan keputusan bisa riil,” ujarnya.

Terkait dengan Dana Desa, dia akan memaksimalkan penggunaanya melalui musyawarah dengan masyarakat, misalnya dusun A, apa yang menjadi prioritas utama untuk di bangun. Begitu juga dengan dusun lainya.

“Ketika saya terpilih lagi menjadi Kades, tegur dan kritisi saya kalau saya salah. Tentunya mengkritisi yang bersifat membangun,” pungkasnya. (Ra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *