Kamis , Juli 29 2021
Home / Advetorial / Ini Realisasi APBD Kabupaten Mamuju Tengah Tahun 2020

Ini Realisasi APBD Kabupaten Mamuju Tengah Tahun 2020

Mateng, 8enam.com.-Wakil Bupati Mamuju Tengah, H. Muh. Amin Jasa, hadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Mamuju Tengah dengan agenda rapat Penyerahan secara resmi Dokumen APBD perhitungan tahun anggaran 2020 sekaligus penyerahan rekomendasi DPRD kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Kamis (17/6/2020).

Rapat yang berlangsung di ruang rapat DPRD Mateng dipimpin oleh Ketua DPRD Mateng, H. Arsal Aras, didampingi Wakil Ketua 1 DPRD Mateng, Herman MT dan dihadiri oleh anggota DPRD Mateng serta para Kepala OPD lingkup Pemkab Mateng.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Mamuju Tengah, H. Muh. Amin Jasa, Menyampaikan realisasi APBD Kabupaten Mamuju Tengah tahun anggaran 2020.

Amin Jasa paparkan, analisis pendapatan, target pendapatan daerah dalam APBD perubahan kab mamuju tengah tahun anggaran 2020 ditetapkan sebesar Rp. 642.853.285.087,96 dan terealisasi sebesar Rp. 649.545.633.277,58 atau 101,04 persen dengan rincian,

Untuk pendapatan asli daerah dianggarkan sampai akhir tahun anggaran 2020 sebesar Rp. 26.982.391.204,96 dan terealisasi sebesar Rp. 27.857.047.783,20 atau 103,24 persen. Dana transfer dianggarkan sampai akhir tahun anggaran 2020 sebesar Rp 597.253.821.274,00 dan terealisasi sebesar Rp. 600.287.407.494,38 atau 100,51 persen.

“Lain-lain pendapatan daerah yang sah dianggarkan sampai akhir tahun 2020 sebesar Rp. 18.617.072.609,00 dan terealisasi sebesar Rp. 21.401.178.000,00 atau 114,95 persen,” kata Amin Jasa.

Sementara realisasi belanja dengan target anggaran belanja daerah dalam APBD perubahan Kab mamuju tengah tahun anggaran 2020 ditetapkan sebesar Rp. 649.360.270.502,23 dan terealisasi sebesar Rp. 634.494.611.139,10 atau 86,96 persen. Belanja tidak langsung dianggarkan sebesar Rp. 289.034.969.287,10 dan terealisasi sebesar Rp. 278.706.633.926,00 atau 96,43 persen. Belanja langsung dianggarkan sebesar Rp. 360.325.301.215,13 dan terealisasi sebesar Rp. 355.787.977.213,50 atau 98,74 persen,

Pembiayaan daerah lanjutnya, Penerimaan pembiayaan daerah untuk tahun anggaran 2020 dianggarkan sebesar Rp. 28.579.078.870,27 dan terealisasi sebesar Rp. 18.639.380.591,31 atau 65,22 persen dengan rincian. Penggunaan Silpa dianggarkan sebesar Rp. 8.887.461.974,27 dan terealisasi sebesar Rp. 18.639.380.591,31 atau 209,73 persen, Pinjaman dalam negeri dianggarkan sebesar Rp. 19.691.616.896,00 dan terealisasi 0,00 atau 0,00 persen, Pengeluaran pembiayaan daerah untuk tahun anggaran 2020 dianggarkan sebesar Rp. 22.072.093.456,00 dan terealisasi sebesar Rp. 22.072.093.448,00 atau 100,00 persen dengan rincian, Pembayaran pokok pinjaman dalam negeri dianggarkan sebesar Rp. 22.072.093.456,00 dan terealisasi sebesar Rp. 22.072.093.448,00 atau 100,00 persen,

“Jadi secara keseluruhan, sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (SILPA) tahun anggaran 2020 adalah Pendapatan Rp. 649.545.633.277,58 dikurangi belanja Rp. 18.639.380.591,31 dikurangi pengeluaran pembiayaan Rp. 22.072.093.448,00 sehingga didapatkan SILPA sebesar Rp. 11.618.309.281,39,” ungkapnya. (A-51)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *