Minggu , Juni 20 2021
Home / Daerah / Direktur IPI Beberkan Kondisi Pilkada Pasangkayu

Direktur IPI Beberkan Kondisi Pilkada Pasangkayu

Mamuju, 8enam.com.-Direktur lembaga survei Indeks Politica Indonesia (IPI) membeberkan kondisi saat ini di pilkada Kabupaten Pasangkayu, yang cukup menarik perhatian publik.

“Jadi jika mengamati kondisi saat ini di pilkada kabupaten pasangkayu, itu ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian publik, perhatian kawan-kawan media. Pertama adalah nekadnya pak bupati mempasangkan kakak kandungnya dengan istrinya. Artinya ini hal pertama yang di lakukan selama negara ini menganut sistem demokrasi. Memang menurut UU bisa, boleh tetapi dari segi etika politik itu sangat buruk bagi perpolitikan di indonesia khususnya di daerah Sulawesi Barat dan terkhusus Kabupaten Pasangkayu,” ungkapkan Direktur lembaga Survei IPI, Suwadi dalam bincang politik ngopi bareng di warkop Bangi Mamuju bersama beberapa Wartawan, Rabu (7/10/2020) kemarin.

Pengamat yang juga Konsultan politik itu menjelaskan, kondisi seperti ini membuat perlawanan-perlawanan kenapa perlawanan-perlawanan itu terjadi, karena generasi muda itu terancam.

“Bayangkan jika paket ini menang, maka besar kemungkinan tertutup ruang pada generasi muda yang ada di Pasangkayu untuk bisa eksis berpolitik, karena tidak mungkin ruang-ruang itu akan di buka oleh dinasty ini ketika mereka menang,” ujarnya.

“Kalau hari ini ipar itu bisa memenangkan, maka besar kemungkinan kedepan, bersaudara pun akan di pasangkan untuk maju, besar kemungkinan suami istri pun akan berpotensi maju ketika pasangan ipar ini di berikan ruang untuk menang oleh masyarakat Kabupaten Pasangkayu,” sambungnya.

Lanjutnya, nah kondisi-kondisi seperti ini lah yang membuat berdasarkan analisa dan melakukan riset di sana dan saya menganalisa riset-riset yang muncul, mulai dari riset nasional, baik dari makassar maupun dari jakarta.

“Saya melihat di sana itu di atas 60 persen masyarakat menolak dan melakukan perlawanan di Pasangkayu. Cuma memang ya ini yang harus di antisipasi karena Agus Ambo Djiwa kan masi menjabat, tetapi ketika perlawanan-perlawanan ini masif di lakukan sampai ke akar rumput besar, kemungkinan tumbang ini pasangan Yaumil-Herny ini,” ungkapnya.

“Nah di tambah lagi yang mereka lawan ini adalah figur-figur yang memiliki citra yang sangat positif. Wakil bupati 2 periode Muhammad Saal itu, ada dua indikator. Kenapa saya menganggap beliau itu memiliki citra sangat positif. Pertama dia membantu Agus Ambo Djiwa, dua periode memenangkan pilkada Pasangkayu, kemenangan itu tidak lepas dari ke tokohan seorang Muhammad Saal itu satu. Yang kedua bayangkan, partai terburuk seperti Hanura mampu dia menangkan di kabupaten pasangkayu,” tambahnya.

Dia juga mengatakan bahwa dirinya baru melihat ada wakil bupati bisa mengalahkan Bupati di dalam pertarungan politik lima tahunan. Ini menurutnya hal yang sangat luarbiasa yang bisa menjadi kekuatan politik dari seorang Muhammad Saal.

“Kalau masyarakat yang rasional pasti akan menjadikan itu salah satu indikator, Hanura itu bisa eksis di pasangkayu sementara Agus Ambo Djiwa adalah ketua PDI- P kemudian Yaumil sendiri adalah ketua Golkar, ini luarbiasa menurut saya bisa mendudukan anaknya di ketua DPR itu luarbiasa menurut saya. Artinya indikasi rielnya adalah beliau ini memang di tokohkan di sana,” bebernya.

Jadi menurut saya Yaumil ini akan mendapatkan lawan yang sangat berat. Apalagi survei saat ini gambaran survei kita, IPI dan beberapa gambaran survei yang saya pantau dia sudah merilis itu rata-rata mengunggulkan Saal-Muzawir.

Belum lagi kita meneliti dari segi persoalan Wakil. Saya melihat dari beberapa gambaran riset yang kita lakukan, Wakil yang paling di respon dan paling mendapatkan dukungan elektoral tinggi sejak dari satu tahun lalu itu adalah pak Muzawir.

“Pak Muzawir ini di anggap tokoh muda, yang sangat layak memimpin, jangankan sebenarnya dia jadi Wakil, pak Muzawir ini jadi Bupati pun sebenarnya dia bersaing untuk bisa menang. Bisa di katakan sebenarnya beruntung sekali ini pak Muhammad Saal itu bisa di dampingi oleh pak Muzawir, nah saya melihat ketika geo politik itu mempengaruhi pilkada Kabupaten Lasangkayu, maka kemenangan akan sangat besar berada pada posisi Saal-Muzawir karena mereka inilah yang sangat mewakili Geo politik,” pungkas Direktur IPI ini. (edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *