Mateng, 8enam.com.-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mamuju Tengah menancapkan target tinggi jelang penutupan tahun anggaran. Pemkab Mateng memastikan seluruh program bantuan revitalisasi sarana dan prasarana sekolah untuk tahun 2026 bakal tuntas 100 persen pada akhir Desember mendatang.
Kepastian tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Disdikbud Mamuju Tengah, Marhuding, Rabu (14/10/2026). Ia menyebut, baik pengerjaan fisik bantuan gelombang pertama, kedua, hingga gelombang susulan terus dipacu dalam sisa waktu dua bulan ke depan.
”Insyaallah rampung di Desember 2026. Dengan sisa waktu yang ada, kami sangat optimistis seluruh program dapat tuntas tepat waktu,” tegas Marhuding.
Guna memastikan proyek tidak asal jadi, Disdikbud Mateng menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk melakukan pengawasan ketat, baik dari sisi kualitas mutu bangunan maupun akuntabilitas penggunaan anggaran. Tim Kejari bahkan telah menerjunkan personel ke lapangan untuk meninjau fisik bangunan di sejumlah sekolah sampel di Kecamatan Pangale, Budong-Budong, hingga Topoyo.
Untuk tahun anggaran 2026, program revitalisasi pendidikan di Bumi Lalla Tassisara ini menyasar 32 sekolah yang tersebar di jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
Marhuding berpesan kepada seluruh pihak kepala sekolah dan panitia pembangunan agar mematuhi Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku, sehingga fasilitas baru seperti ruang kelas hingga sanitasi/toilet betul-betul kokoh dan aman bagi para siswa.
”Kami ingin sarana prasarana yang dibangun ini benar-benar berkualitas, sehingga anak-anak kita bisa belajar dengan nyaman dan aman. Ini semua demi meningkatkan mutu pendidikan serta mencetak generasi berprestasi di Mamuju Tengah,” pungkasnya.
Editor Ammar







