Rabu , Agustus 5 2020
Home / Daerah / Dari 10.000.020 Pelamar, Pemudi Asal Desa Botteng Utara Ini Berhasil Mengikuti Panggilan Ibu Pertiwi

Dari 10.000.020 Pelamar, Pemudi Asal Desa Botteng Utara Ini Berhasil Mengikuti Panggilan Ibu Pertiwi

St. Zahrah

Mamuju, 8enam.com.-Dari 10.000.020 pelamar dari seluruh penjuru nusantara, pemudi asal Desa Botteng Utara, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar berhasil mengikuti panggilan ibu pertiwi untuk belajar dan bekerja di pelosok Indonesia bersama masyarakat melalui Program Pengajar Muda.

Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar sebagai pelopor pengajar muda pada angkatan ke 17 ini menerima sebanyak 48 orang dari pendaftar sebanyak 10.000.020 orang dari seluruh penjuru Nusantara.

Pemudi asal Desa Botteng Utara itu adalah St. Zahrah berhasil terpilih setelah mengikuti pendaftaran yang diikuti sebanyak 10.000.020 orang pelamar calon pengajar muda angkatan 17 yang dibuka pada tanggal 25 Juni 2018 yang lalu.

Dihubungi melalui via WhatsApp kamis (22/11/2018 ), Zahrah menuturkan bahwa saat ia sudah menuju lokasi penempatan di Desa Buya, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara.

“Kami akan mengajar di SD di daerah terpencil, terus melakuan jejaring ke seluruh pihak untuk berkontribusi di dunia pendidikan agar pendidikan didaerah penempatan secara khusus dan Indonesia secara umum lebih maju,” ujar Zahrah.

Zahrah katakan, dirinya di kontrak selama 1 tahun. Dia juga katakan dirinya tertarik mengikuti program ini karena program ini tdk hanya berbicara soal pengabdian, tapi lebih kepengembangan diri, pembentukan karakter kepemimpinan, sehingga dia mengaku tertarik untuk belajar dalam program ini sekaligus ingin mendapatkan pengalaman yg nantinya bisa bermanfaat di kampung halamannya.

Zahrah berharap bisa memberi pengetahuan dan manfaat di daerah penempatannya dan terinspirasi mendapatkan pengalaman berharga setelah pulang.

“Untuk bisa berbagi pengalaman dan menerapkan hal-hal yang bermanfaat di kampung halaman Setelah selesai mengikuti program ini,” tutup Zahrah.(Br/edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *